Kumpulan Cerita Bokep, Cerita Panas, Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Mesum Terupdate Dan Terpopuler

Saturday, February 10, 2018

Kontol Mertua Menjadi Penikmat Napsuku

Koboy NapsuKontol Mertua Menjadi Penikmat Napsuku - Perempuan yang memliki bibir indah bernama Rina sedang berkunjung ke Mertuanya ditemani oleh sumainya yang bernama Ali, bapaknya Ali sungguh berbeda dengan anaknya yang mana Ali orangnya tampan badannya tegap sedangkan bapaknya Ali (pak Kadek) tubuhnya gemuk dan ada luka di sebelah kiri yang meyilang di pipinya.

Kontol Mertua Menjadi Penikmat Napsuku

Kontol Mertua Menjadi Penikmat Napsuku

Pasangan suami isteri yang baru menikah satu tahun yang lalu ini tentu sangat gembira dengan kedatangan pak Kadek yang telah bercerai dengan isterinya 6 tahun yang lalu. Terlebih lagi, meskipun Rina pernah bertemu dengan ayah mertuanya tersebut sebelumnya, tetapi pak Kadek tidak bisa hadir dalam pesta pernikahan mereka.

Selama sepekan Pak Kadek tinggal di rumah Ali yang mengajar di sebuah sekolah yang berhampiran dengan rumahnya. Semua berjalan normal sampai terjadi tragedi di hari akhir pak Kadek dirumah Ali.

Tragedi itu bermula pada hari libur pasangan Ali-Rina. Namun, hari itu Ali mengajar satu kelas tambahan di sekolah dan akan bertandang ke rumah salah satu siswa hingga Ashar. Seperti biasa Rina menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya dan pak Kadek.

Selepas menghantar suaminya ke muka pintu, Rina sempat berbincang dengan mertuanya. Kemudian dia bergegas ke kamar mandi untuk mencuci baju. Pak Kadek yang kebetulan hendak pula buang air tanpa sengaja melihat ‘pemandangan’ yang merangsang. Rupa-rupanya Rina terlupa merapatkan pintu.

Mata liar pak Kadek tak lepas melahap tubuh mulus Rina yang tengah mencuci baju. Seingat pak Kadek, dia tidak pernah melihat tubuh menantunya dalam keadaan terbuka dengan hanya terbalut kain setinggi dada. Cerita Bokep

Tubuh mulus Rina yang semampai dengan tinggi 170-an, dengan kulit kuning langsat dan dada yang kencang membusung tersebut, selama ini selalu tertutup kerudung dan baju muslim yang rapat. Selain itu, menantunya terkenal dengan sifat sopan santun dan sangat menitikberatkan tentang soal penjagaan aurat. Malahan didalam rumah sekalipun menantunya tidak pernah menanggalkan kerudungnya melainkan ketika bersama suaminya saja.

Namun kini, kain tipis yang basah itu tak lagi mampu menyembunyikan kemolekan tubuh Rina dari tatapan penuh nafsu sang ayah mertua. Tak tertahan lagi, syahwat pak Kadek mengegelegak hingga ke puncak dan mendorongnya untuk membuka pintu kamar mandi yang hanya ¾ tertutup tersebut

Kontol Mertua Menjadi Penikmat Napsuku


Rina yang merasakan kehadiran orang lain sangat terperanjat ketika menoleh dan menyaksikan pak Kadek sedang mendorong daun pintu. Secepat mungkin dia bangkit dan berusaha menutup pintu, hanya saja dia kurang gesit.

Pak Kadek sudah berhasil masuk ke dalam kamar mandi dan mendorong tubuh menantunya tersebut ke pinggir bak sebelum mengunci pintu. Norzaina terdesak ke pojok dengan wajah ketakutan melihat seringai binal yang menghiasi wajah mertua yang selama ini terlihat pendiam dan sangat dihormatinya.

‘Aa..Aayah apa yang ayah lakukan ini? i?! tanya Rina dengan terbata-bata . Pak Kadek hanya tersenyum sinis sambil matanya meliar ke segenap jengkal tubuh menantunya. Tanpa berucap sepatah katapun, Pak Kadek mulai menanggalkan pakaiannya satu persatu.

Rina terpekik ketika melihat “batang’ ayah mertuanya yang hitam dan besar serta tegak mengacung ke arahnya. “A..ayah jangan yahh, ttoo..long keluar, yah..tolong..”, keadaan ini sangat menakutkan lagi Rina apalagi ketika pak Kadek mulai beringsut mendekatinya.

Melihat permintaannya diabaikan, Rina yang tidak rela diperlakukan begitu mencoba untuk menerobos ke sisi kiri ayah mertuanya untuk mencapai pintu. Namun keadaan menjadi bertambah buruk ketika pak Kadek dengan sigap menangkap pinggang menantunya tersebut dengan tangan kirinya yang kukuh sembari tangan kanannya bergerak kilat menghentak lepas ikatan kain di dada Rina. “Breet” kain tipis bermotif batik coklat itupun jatuh terburai ke kamar mandi.

Terpampanglah tubuh mulus Rina yang hanya dibaluti kutang sutra berenda putih dan celana dalam mungil yang juga putih. Rina sangatlah malu mendapati dirinya nyaris bugil dan tengah dipeluk oleh ayah mertuanya yang sudah telanjang bulat.

Pak Kadek kini dengan bebas menatapi tubuh mulus menantunya dari dekat; dari dua bukit menawan yang menghiasi dada yang kembang kempis ketakutan hingga gundukan vaginanya yang begitu mengundang walaupun dibungkus kain sutra.

Kontol Mertua Menjadi Penikmat Napsuku


Bungkus indah itu justru mencetak lekat lekak liku dan guratan liang kemaluan menantunya yang rupawan. Bulu kemaluan yang membayang tipis serta mencuat malu-malu di sekeliling selangkangan Rina membuat pak Kadek tercekat dan tak mampu berkedip. Sebaliknya, Rina mendadak lemas, sendinya serasa luluh di dalam pelukan pak Kadek dan hanya mampu memejamkan matanya serta mulai menangis tertahan.

‘Huu.huu.. ayaah, jangan berbuat seperti ini ayah,..huu.huu.huu.. aku ini istri anakmu..” bisik Rina lirih sambil terus terisak. Pak Kadek yang telah lama tidak merasai kehangatan liang kemaluan perempuan sama sekali tak peduli.

Dihentakkannya tubuh Rina dengan penuh nafsu hingga tersandar ke dinding kamar mandi. Rina masih berusaha melindungi dirinya dari terkaman mertuanya. Dia kemudian membalikkan badan ke dinding berusaha menjaga payudara dan kemaluannya dari pandang liar pak Kadek.

Namun itu tak bisa menghentikan pak Kadek dan tanpa ba-bi-bu dia langsung merenggut kutang sutra berenda yang masih melindungi buah dada menantunya itu dari belakang. Robeklah kutang tersebut seiring dengan lepasnya kaitan akibat renggutan ganas pak Kadek dan “aaah..” mulut pak Kadek ternganga saat dia membalikkan tubuh Rina dan bersitatap dengan sepasang bukit kenyal dan ranum dengan dua puncak merah muda yang mendadak tersembul di depan dada perempuan muda tersebut. Hack Ceme

Dengan nafas tersengal-sengal karena nafsu yang memuncak pak Kadek tak menunggu lama untuk beraksi. Dengan sigap dijejalkannya tengan kirinya ke mulut menantunya yang masih tersedu tersebut untuk menahan isakannya, sedangkan bibirnya yang tebal segera menuju ke arah dada Rina.

Pak Kadek walaupun sudah dicengkeram nafsu hingga ubun-ubun berusaha keras untuk tidak terburu-buru dalam memanfaatkan peluang ini. Bibirnya tidak langsung mengulum puting merah muda Rina namun dengan acak mengecup sekeliling buah dada kanan sang menantu.

Kontol Mertua Menjadi Penikmat Napsuku


Dia tidak hanya mencium namun bibir kasarnya juga mencecap dan mencubit pinggiran gundukan bukit itu dengan lahap. Secara bersamaan telapak tangan kanannya terentang menangkupi buah dada kiri Rina.

Jari-jarinya menyentuh pangkal buah dada dan pelahan mulai menekan-nekan dengan teratur. Puting kiri Rina yang berada di tengah telapak pak Kadek tentu saja tergesek-gesek bersamaan dengan gerakan jarinya yang makin lama makin kencang.

Rina meregang, dia dapat merasakan bibir dan jari jemari mertuanya menjelajahi dadanya. Wajahnya memucat dan lehernya mendongak tegang saat perasaan geli dan nikmat yang sebelum ini hanya didapat dari Ali, suaminya, kini dirasakan dari gelutan pak Kadek. Rasanya ingin memekik namun bibir mungilnya terhalang tangan pak Kadek.

Rina hanya mampu melenguh pendek di saat perasaannya mulai terbagi antara rasa terhina dan kenikmatan, antara malu dan perasaan bersalah dengan naluri wanitanya untuk menuntaskan birahinya yang mulai bangkit.

Pak Kadek peka akan hal ini, segera dieratkannya terkamannya. Bibirnya masih terbenam di dada Rina namun kini lidahnya mulai bermain, berputar menyapu buah dada itu dari pinggir menuju tengah serta menjilat tegak puting Rina yang mulai teracung kencang dan kemudian menghisap-hisapnya dengan dalam-dalam.

“Oooh..auugh..aaach..” desah tertahan menantunya makin sering terdengar saat tangan kanan pak Kadek tidak lagi berbasa-basi dan kini mulai meremas-remas buah dada kiri Rina serta jari jemari dan telapak tangannya bergantian memilin, menarik, dan memijit puting yang satunya lagi.

Tidak kurang dari lima menit pak Kadek menikmati dada menantunya dengan posisi berdiri. Berkali-kali lehar dan kepala Rina terhentak-hentak ke dinding mengikuti hisapan dan remasan pak Kadek. Kemudian tanpa terduga Rina yang mulai terbuai gairahnya, pak Kadek menggigit buah dada Rina sekencang-kencangnya dan tangan kanannya meremas keras puting kiri. “Aaaach..” jerit kesakitan bercampur kenikmatan dari bibir Rina menyeruak kencang karena saat bersamaan pak Kadek melepaskan tangan kirinya dari mulut sang menantu.

Kontol Mertua Menjadi Penikmat Napsuku


Tubuh Rina tersandar kaku di dinding, seluruh raganya mengejang dan kepalanya terdorong ke depan dengan bibir yang membulat tanpa suara ketika tangan kiri pak Kadek yang sudah bebas mulai menyelinap ke balik celana dalamnya, menggeser cepat di pinggir bibir kemaluannya serta kemudian menghujam langsung ke kelentitnya.

Telunjuk itu kemudian berputar-butar di dalam liang kemaluan Rina dan mengorek-ngorek kelentitnya dengan pilinan-pilinan liar. Bibir Rina makin membuka lebar saat tangan kanan Pak Kadek menarik turun celana dalam sutranya hingga robek dan dilemparkan ke pojok kamar mandi.

Pak Kadek kini sudah dalam posisi berjongkok, sambil terus mengorek kelentit menantunya matanya terbeliak lebar saat menatap kemaluan Rina yang terpampang begitu dekat di depan matanya. “oh.

Ali, engkau sungguh anak yang beruntung ..” batinnya dalam hati saat dia menyaksikan guratan dan lekak-lekuk vagina yang begitu menantang. Cerita Sex

Di tempelkannya hidungnya disamping telunjuk kirinya yang masih giat bekerja dan kini mulai mengocok kencang. “Oooh.. sedaap..” desis pak Kadek saat dia membaui aroma wangi vagina yang mulai bercampur bau lelehan cairan kewanitaan di liang kemaluan Rina yang juga mulai bengkak.

Mata Rina masih terpejam, keringat membasahi punggung serta kepalanya sudah tersandar lagi ke dinding menahan rasa perih dan nikmat yang datang bergantian. Namun itu tidak berlangsung lama, kepalanya kembali terdorong ke depan dan mulutnya bibirnya kembali melenguh kelezatan saat pak Kadek melanjutkan aksinya.

“”Aiiih..aah..aaah..aaahhh..” desis itu keluar saat pak Kadek menggunakan lidahnya untuk menggantikan jari telunjuknya dalam memainkan kelentit Rina. Lidah pak Kadek menyisir pinggir luar bibir kemaluan Rina secara vertikal naik turun, naik turun, sebelum menggelincir ke tepi bagian dalamnya dengan menyapu liang hangat itu secara horizontal dan kemudian membenamkannya dalam-dalam secara berulang-ulang, keluar-masuk, keluar-masuk.

Kontol Mertua Menjadi Penikmat Napsuku


Pak Kadek seakan dimabuk kenikmatan yang mendalam. Dicecapnya hangat lipatan-lipatan vagina Rina dengan lahap. Sudah bertahun-tahun dia tidak merasakan sensasi yang dahyat ini. Dimainkannya kelentit Rina dengan lidah dengan sapuan-sapuan dan pilinan-pilinan kecil namun mantab.

Sembari mengulum dan menghisap, ke dua belah tangan pak Kadek mulai bergantian meremas bongkahan pantat Rina. Tak henti-henti kesepuluh jemari gempal pria uzur itu membenamkan cengekeramannya ke dalam dua bongkahan daging yang bulat tanpa cacat milik sang menantu.

Sesekali telunjuk kanannya menusk kerang lubang anus Rina dan mengocoknya. Tak terperikan gelombang kenikmatan yang menjalari segenap indra Rina. Tanpa sadar tangannya yang selama ini tergantung lemah di kedua sisi tubuhnya bergerak ke depan mencengkeram rambut tipis pak Kadek dan mendorong kepala mertuanya tersebut agar makin terbenam ke dalam kemaluannya.

Tak lama kemudian terdengar lolongan panjang sang menantu “Ooooouughhh…aaaayaaahhh…..” seiring dengan meledaknya seluruh gairah yang selama ini tertahan. Runtuh sudah pertahanan terakhir Rina, tubuhnya mengejan dan melengkung ke depan sementara seluruh liang vaginanya telah banjir dengan cairan kenikmatan.

Pak Kadek menarik wajahnya dari kemaluan Rina, tangannya dilepaskan dari kedua bongkah pantat sang menantu dan diapun beringsut mundur. Dipandangnya tubuh lemas Rina pelahan-lahan merosot turun di dinding kamar mandi sampai akhirnya kemudian terduduk.

Mata Rina terpejam, bibirnya membentuk bulatan “o’ kecil sementara tarikan garis wajahnya menyiratkan kepuasan yang tak terkira sebelum kemudian wajah rupawan itu terkulai ke arah bahu kiri. Tanpa menunggu waktu lama pak Kadek bergerak maju lagi.

Ditariknya kedua kaki Rina hingga tubuhnya sepenuhnya telentang di lantai kamar mandi dan tidak lagi bersandar di dinding. Dengan sigap dijilati bagian dalam paha kanan Rina sementara tangan kirinya berkeliaran mengelus-elus paha dan betis kanan Rina. Rina hanya memandang sayu, sementara kepalanya, menggeleng-geleng pelahan ke kiri dan ke kanan mencoba menahan rangsangan baru yang dilakukan pak Kadek.

Kontol Mertua Menjadi Penikmat Napsuku


Tiba-tiba Rina memekik kecil saat tanpa berkata apapun, pak Kadek menyibakkan lebar-lebar ke dua kaki Rina yang sebelumnya masih terentang berdekatan. Rina sadar akan apa yang akan dilakukan oleh mertuanya kemudian.

Dengan lirih menahan segala gairahnya Rina masih berusaha berbisik mengingatkan pak Kadek “Jangan ayah..jang..auuuh”, bisiknya terpotong saat batang pak Kadek yang sudah hampir setengah jam tegak itu menerobos masuk ke dalam liang kemaluannya.

Dua tangan perkasa pak Kadek mengunci bahunya sehingga dia tak mampu melawan saat tubuh tambun mertuanya mulai menindih raganya. Kedua kaki Rina yang terbuka memudahkan batang pak Kadek memasuki lubang vaginanya.

Sedikit demi sedikit batangnya disodok-sodokkan keluar masuk dalam liang yang telah basah berlendir tersebut, awalnya pelan kemudian makin lama makin laju. Kadang-kadang pak Kadek menahan batangnya di tengah liang kemudian memutar pinggulnya pelahan dan mantap bergantian ke arah kiri dan kanan, lalu kemudian tiba-tiba dibenamkannya lagi dalam-dalam hingga menembus pangkal vagina Rina.

Lama kelamaan Rina tidak mampu lagi berbuat apa-apa selain mengikuti langgam sodokan dan tarikan ayah mertuanya. Terlebih lagi karena bibir dan lidah pak Kadek tak pernah henti menyapu perut, dada, leher, dan bibir Rina.

Satu waktu saat menyodokkan batangnya dalam-dalam, bibir pak Kadek secara bersamaan melumat puting kiri dan kanan Rina secara bergantian. Rina hanya mampu memejamkan mata menahan kegairahan yang telah menguasai dirinya lalu setelah hampir lima belas menit lolong kecilnya kembali terdengar di sela-sela deru nafas pak Kadek “Eemmmm..urrrghh..aaahhhhhh, aaahhhh, aahhhh…”

Untuk kedua kalinya perempuan cantik itu meledak dalam birahi. Dagunya kemudian mendongak dengan mata yang membola meskipun bibirnya telah terkatup rapat.

Kontol Mertua Menjadi Penikmat Napsuku


Pak Kadek menyeringai lebar saat melihat menantu tersayangnya tenggelam dalam kenikmatan. Ditunggunya sampai kepala Rina terkulai lagi ke lantai dan matanya terpejam. “hmm.. ayo sayang, permainan kita belum selesai..” geram pak Kadek saat dia dengan kasar membalikkan tubuh Rina.

Pak Kadek yang nafsunya masih tidak puas, memaksa Rina yang sudah tidak berdaya itu untuk menungging dengan siku menempel lantai. Segera disibakkannya dua bongkah pantat untuk membuka jalan bagi batangnya yang masih tegak mengacung ke arah liang kemaluan Rina.

Setelah menggigit dua bongkahan daging itu dengan bernafsu, tangan pak Kadek memegang sisi punggung menantunya lalu menekan batangnya kedalam lubang vagina Rina. Punggung Rina yang besar dan putih membuatkan pak Kadek semakin bernafsu.

“Aaah..sakkkiiitttt ..ayahhh..”, jerit Rina saat liang vaginanya kembali ditusuk-tusuk oleh batang pak Kadek dengan beringas. Sodokan-sodokan pak Kadek dengan gaya doggy style ini sedemikian laju sehingga kembali membuat Rina merem melek dan mendesisi-desis, namun ketika merasakan bahwa tubuh pak Kadek mulai mengejan seakan menuju klimaks

Rina pun panik dan berusaha menahan goyangan sang mertua menjerit “..jangaannn, jangn lepaskan didalamm..yahh’, pintanya dengan lirih. Pak Kadek sesaat berhenti dan kemudian berkata “Baiklah Lina tapi dengan satu syarat”, kata pak Kadek. “Lina harus hisap batang ni sampai keluar air kalau tidak ayah lepaskan mani ayah ke dalam rahimmu, bagaimana?”. “Baiklahhh” jawab Rina dengan pasrah.

Pak Kadek segera merambat naik menuju ke arah kepala Rina yang sudah kembali telentang di lantai. Dia meletakkan kedua lututnya di samping Rina dan kemudian menarik wajah ayu yang tengah lunglai itu untuk menghadap batangnya yang masih tegak.

Kontol Mertua Menjadi Penikmat Napsuku


“Ayo Lina, kulum batang ayah”. Walaupun jijik, Rina terpaksa mengulum batang pak Kadek. Batang yang hitam dan berotot itu segera saja emmenuhi rongga mulut Rina. Kuluman demi kuluman segera dilakukan Rina dengan sis tenaga yang ada. Seesekali pak Kadek memintanya bergantian untuk menjilat, mengulum dan mengocok.

Sudah lebih lima menit Rina melakukan itu semua namun pak Kadek belum menunjukkan tanda-tanda ingin berejakulasi. Malahan pak Kadek terus meramas buah dada menantunya itu. Akhirnya Rina kepenatan.

‘Ayah..jangan dilepaskan di dalam..ayah..’, rayu Rina setengah sadar saat tenaganya telah musnah dan kesadaran mulai meninggalkan dirinya. Rina pun pingsan karena keletihan. Melihat hal ini pak Kadek kembali menyeringai lebar.

Direngkuhnya tubuh menantunya yang sudah terkulai lemas tersebut lalu direntangkannya kembali kedua kaki Rina. Tanpa disadari Rina, pak Kadek kembali membenamkan batangnya ke dalam liang kemaluan menantunya serta melakukan sodokan-sodoakan yang lebih liar dan kencang daripada sebelumnya.

Sesaat kemudian pak Kadek pun mengejan wajahnya tegang mendongak ke atas dengan batang yang tertanam penuh dalam liang vagina Rina, lalu “ Aaaaargh… Linaaaaa….aarrghhh..” cairan sperma menyembur dari batang pak Kadek memenuhi setiap lekuk dan liku vagina Rina dan mengalir deras menuju rahimnya. Pak Kadekpun terkulai lemas di atas tubuh sang menantu.

Setelah beristirahat selama satu jam, pak Kadek pun bangkit. Rina masih terkulai lemah di lantai kamar mandi. Pak Kadek tersenyum puas mengingat kembali pengalaman indah yang dirasakannya bersama Rina.

Dengan hati-hati pak Kadek membopong tubuh Rina kembali ke kamar setelah mengenakan pakaiannya. Dia pun menunggu Rina tersadar dan mengancam menantunya tersebut untuk tidak menceritakan apa yang terjadi kepada Ali.

Akhirnya, setelah Dzuhur, pak Kadek meninggalkan rumah dan terus pulang ke kampung. Rina yang malu telah merahasiakan kejadian itu dari pengetahuan suaminya selama berbulan-bulan dan berharap mertua jahanam tersebut tidak pernah akan muncul berkunjung lagi.

Kontol Mertua Menjadi Penikmat Napsuku


Dua bulan berlalu sejak peristiwa di bilik mandi tersebut dan Rinapun mendapati dirinya hamil. Suaminya, Ali, gembira tiada kepalang mendapat berita itu tanpa mengetahui perkara sebenarnya. Sebaliknya Rina sangatlah gelisah.

Walaupun pak Kadek telah berjanji untuk tidak menumpahkan spermanya ke dalam liang kemaluannya, namun karena tidak sadarkan diri Rina tidak pernah tahu pasti akan hal itu (baca bagian 1) . Hanya saja, Rina memilih untuk memendam ketakutannya itu sambil berharap agar mertua jahanamnya tersebut tidak berbuat curang dan tak lagi datang untuk mengganggu kehidupannya kembali.

Rina pun melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat. Selepas 7 bulan melahirkan Hafiz, anak laki-lakinya tersebut, dia hidup dalam kebahagiaan bersama dengan suaminya. Pak Kadek yang menghilang tiada kabar berita membuat hidupnya perlahan-lahan kembali mulai tenang. Hanya saja, kebahagiaan itu tidak berusia panjang.

Suatu petang, sepulang Ali dari mengajar di sekolah, dia berkabar bahwa pak Kadek akan berkunjung lusa untuk menengok cucu pertamanya. Dingin terasa sekujur tubuh Rina saat mendengar berita dari suaminya tercinta. Cerita Dewasa

Kedamaian yang dia pikir telah didapatkan tiba-tiba saja kembali terancam bahaya.

“Ada apa, Lina? Kamu tampak terkejut mendengar bapak hendak berkunjung?”, tanya Ali padanya,

“Kau tak suka kah dia menengok Hafiz?” tanyanya lebih lanjut.

“Ti..tidak, bang. Li…Lina hanya kaget karena sudah setahun lebih beliau tiada berkabar berita..”, Rina berusaha menutupi kegugupannya. “Oh, bapak memang selalu begitu.

Setahun ini dia berniaga ke Trengganu dan baru tahu kelahiran Hafiz dari bibi saat pulang kampung kemarin..” tutur Ali tanpa menangkap gebalau perasaan Rina.

Kontol Mertua Menjadi Penikmat Napsuku


“Begitukah, bang? Tapi kalau memang lusa beliau datang, Lina harap abang bisa menunda kepergian abang ke Kedah hingga beliau pulang”, bujuk Rina, “Lina takut tidak bisa menjamu beliau dengan baik kerana sibuk menjaga Hafiz”, pinta Rina dengan cemas.

“Baiklah, Lina, karena bapak cuma tiga hari di sini, abang akan tunda perjalanan ke Kedah sampai beliau kembali ke kampung”, kata Ali.

“Terima kasih, bang”, Rina menghela nafas lega karena tidak akan sendirian menghadapi pak Kadek.

Pak Kadek datang lusa petang dengan dijemput Ali di stesen bas. Tidak banyak yang berobah dari mertuanya itu dari saat terkahir mereka berpisah. Perutnya makin tambun dan kulitnya makin legam, namun yang membuat Rina gemetar adalah tatapan mata pak Kadek yang makin liar setiap kali memandang ke arahnya.

Mata yang tajam itu seakan mampu menengok menembus kerudung dan baju kurung rapat yang selalu dipakai Rina. Tatapan mertuanya itu membuatnya mual dan berkunang -kunang setiap kali mereka bertemu pandang karena mengingatkan Rina kembali atas apa yang telah dilakukan pak Kadek terhadapnya. Seakan masih terasa benar kecupan-kecupan panas dan remasan kasar pak Kadek di sekujur tubuhnya. Sebaliknya, pak Kadek bersikap seakan tiada pernah terjadi apapun di antara mereka.

Dua hari sejak kedatangannya semua masih aman bagi Rina. Pak Kadek lebih banyak berbincang dengan Ali, sedangkan Rina lebih sering menghindar dan meminta mak Siti, janda tetangga sebelah, untuk menemani menjaga Hafiz setiap saat Ali harus pergi mengajar.

Namun, naas menimpa pada malam terakhir. Seusai santap malam, Rina sibuk mencuci piring di dapur sementara Ali dan pak Kadek sedang berbincang di teras depan. Rina bersenandung kecil, hatinya dipenuhi kelegaan karena esok semua sumber ketakutan dan mimpi buruknya dalam dua hari terakhir akan berlalu.

Kontol Mertua Menjadi Penikmat Napsuku


Pikirannya yang menerawang sambil sibuk membasuh piring sisa santap malam membuatnya tidak bersiaga dan tak sedar saat seseorang berjingkat memasuki dapur.

“Oough..”, Rina terpekik saat sebuah lengan yang kekar melingkar di pinggangnya yang ramping dan di saat bersamaan sebuah kecupan yang ganas mendarat di tengkuknya, menembus kerudung yang dikenakannya.

“ Lina..kamu semakin cantik ya..”, suara serak yang berbisik lirih ditelinga Rina kemudian serasa melumpuhkan seluruh indera wanita muda tersebut. Benaknya tercekam dengan kengerian oleh ingatan peristiwa memalukan yang dialaminya setahun lalu dan gelas yang tengah dicucinya pun terlepas dari gengamannya.

“kenapa, sayang? Kamu tak rindukah dengan ayah..? Ayah kangen sekali Lina..”. Pak Kadek yang kini telah memeluk Lina dari belakang tidak menyia-nyiakan kelengahan dan keterkejutan Rina. Sambil terus berbisik dan menciumi tengkuk dan bahu menantunya yang masih tertutup jilbab lebar, tangan kiri pak Kadek yang semula melingkar di pinggang Rina perlahan merayap turun mengarah ke pangkal paha terus ke bagian depan kemaluan Rina.

Sementara itu di saat yang bersamaan jari-jemari tangan kanannya menyusup di balik baju kurung longgar yang dikenakan Rina dan dengan cepat menyusur dari perut ke arah dadanya.

“Aaaugh..aayah..ach..bang aalii..auugh..toolong..” Rina menjerit tertahan menahan kecupan yang bertubi-tubi diterimanya. Tubuhnya yang semampai terbungkuk ke depan saat jemari kasar pak Kadek yang terentang lebar telah menggenggam organ kewanitaannya dan mulai meremasnya dengan ganas.

Kedua tangan Rina mencengkeram erat tepi tempat mencuci piring sedangkan paha kanannya yang secara refleks bergerak ke depan mencoba menahan serbuan pak Kadek walaupun tanpa disadarinya justru menjepit cengkeraman pak Kadek di vaginanya lebih erat.

Kontol Mertua Menjadi Penikmat Napsuku


Pak Kadek terkekeh melihat reaksi gugup menantunya tersebut. Jepitan paha Rina tidak mampu menghalangi kelincahan jari jemarinya untuk tidak hanya meremas namun juga sesekali menusuk celah kemaluan Rina.

“Aaauch…”, belum lagi Rina mampu meredam permainan jari lelaki tua tersebut, matanya yang semula terpejam menjadi terbeliak dan tubuhnya yang merunduk tersentak ke belakang saat jemari pak Dolah yang lain berhasil masuk di balik kutang sutranya serta mulai meremas payudara dan memilin puting susu kanannya serta menjepit dan menarik-nariknya.

“Tenang, Lina. Ali sedang bertandang ke rumah Hassan. Ayah pastikan kita punya waktu yang cukup untuk saling melepas rindu.he.he..he.”, pak Dolah melanjutkan bisikannya sambil kesepuluh jemarinya bekerja meremas, menusuk, mengobel, memilin dan mencubit dengan buas.

Rina seakan lumpuh mendengar perkataan mertuanya. Tubuhnya bergantian terhentak ke belakang serta terbungkuk ke depan saat remasan-remasan yang dilakukan pak Kadek bertubi-tubi mengaduk vagina dan payudaranya.

“Serangan” yang dilakukan pak Kadek baru berlangsung tak lebih dari sepuluh menit namun waktu seakan berhenti bagi Rina. Kain kurungnya telah tersingkap sampai ke pinggang sehingga tangan kanan pak Kadek dengan leluasa sudah mencengkeram bulat-bulat kewanitaan Rina dari balik celana dalam satinnya.

Jari tengahnya sudah bermain dengan kelentit menantunya dan tak jemu mengocok liang kewanitaan Rina yang mulai basah dengan cairan kewanitaan yang membanjir. Sementara itu lidah dan bibir pak Kadek tanpa henti mencecap dan menjilat leher jenjang Rina yang telah terbuka karena kerudung putihnya telah disingkapkan ke atas dan menutupi wajahnya yang tertunduk lemah.


Kontol Mertua Menjadi Penikmat Napsuku


Tiadanya perlawanan yang berarti dari Rina tersebut tentu saja juga memudahkan kerja pak Kadek di payudara wanita itu. Bergantian sepasang bukit yang ranum itu dijelajahinya bolak-balik dengan mudah. Telapak tangannya memutar dan meremas, mencengkeram keras dan menekan-nekan tiada hentinya gundukan daging yang lembut dan kenyal tersebut.

Pandangan Rina makin lama makin gelap, remasan dan permainan jari yang dashyat dari sang mertua membuat kesadarannya main melayang. Nafasnya makin lama makin tersengal. . Sebaliknya, pak Kadek makin bersemangat.

Tangannya yang semula sibuk mengocok liang kewanitaan Rina secara kasar menyentakkan celanan dalam sang menantu dan menariknya ke arah bawah. Tanpa bisa dicegah kain segitiga satin yang mungil itu terus melorot hingga ke bawah lutut.

Pak Kadek terpana melihat bongkahan pantat mulus yang kini tersaji dihadapannya. Tanpa sedar dia berdecak “ck.ck.ck.., betapa indahnya engkau Lina..’. Kedua tangan bandot tua itu segera saja meremas dengan gemas daging yang lembut itu.

Rina hanya mampu menggeliat kecil ketika sebuah rangsangan yang hebat merambat dari remasan pak Kadek dan menggetarkan seluruh inderanya. Tanpa menunggu reaksi sang menantu lebih lanjut, pak Kadek berlutut di belakang Lina sehingga wajahnya sejajar dengan celah pantat Rina.

Kedua tangannya kemudian mencengkeram paha Rina dan kemudian menyibakkannya lebih lebar. Sekejap kemudian pak Kadek menundukkan kepalanya dan mulai memainkan bibir dan lidahnya di kemaluan wanita malang itu.

Pertama-tama ditekankannya wajahnya ke seluruh permukaan vagina Rina yang sudah basah kuyup akibat ketrampilan jari-jemari pak Kadek. Dihirupnya dalam-dalam bau harum vagina sang menantu yang telah bercampur dengan bau merangsang cairan kewanitaannya.

“Sruup, sruuuup…”, bibirnya mendecap limpahan cairan tersebut dan memagut erat celah kewanitaan Rina yang telah menguak lebar. Seluruh tubuh Rina bergetar lemah, bibirnya tak mampu memekik dan hanya berbisik lirih saat lidah kasar sang mertua mulai menyusuri tiap jengkal vaginanya.

Kontol Mertua Menjadi Penikmat Napsuku


Lidah itu bergerak liar tidak hanya menyusur ke dalam liang kenikmatannya namun juga menyapu tandas setiap celah lipatan yang ditemuinya. Decapan-decapan bibir yang ditingkahi gigitan-gigitan kecil yang terus berulang membuat Rina luluh.

Tubuhnya kini sepenuhnya tiarap bertumpu sepenuhnya pada bak cucian tanpa daya. Kepalanya hanya menggeleng ke kiri dan ke kanan saat gigi-gigi pak Kadek menggigit ganas bongkahan kewanitaannya.

Namun agaknya pak Kadek belum merasa puas. Setelah direguknya kelezatan vagina Rina, diapun bangkit kembali. “Tahan sayang.. ayah masih mau ragakan satu permainan lagi…he..he.he..”, sambil terkekeh kecil pak Kadek menekan tubuh menantunya ke depan hingga makin mencondong ke bak cucian sementara tangan kirinya menjemba pinggang Rina dan menunggingkannya sedikit ke atas.

Diturunkannya resleting celananya yang sudah sesak dengan batang penisnya yang telah menggembung dari tadi. Segera teracunglah batang yang liat dan hitam itu di depan bongkahan pantat Rina. Tanpa aba-aba batang itu menusuk deras ke dalam celah pantat Rina.

“Aaaarghhh…” selunglai apapun Rina, tubuhnya mengejang hebat saat penis perkasa sang mertua dengan laju menyumpal kewanitaannya. Tubuhnya yang semula seakan teronggok lemah di meja bak cucian tiba-tiba terangkat, wajahnya memerah dengan bibir yang membulat sebelum kemudian kembali luluh.

Kegelapan mulai merayapi pandangan Rina saat pantatnya berguncang-guncang mengikuti irama sodokan penis pak Kadek. Tusukan-tusukan pak Kadek yang makin lama makin kencang dan dalam itu seakan menghentak-hentak kesadaran wanita malang tersebut.

Dia hanya mampu bergumam lirih setiap sodokan-sodokan panjang yang dilakukan pak Kadek bergantian dengan tusukan-tusukan pendek dan cepat menghujam dalam-dalam ke vagina Rina. Dalam keadaan yang sangat menderita tersebut Rina hanya dapat berharap agar mertuanya tersebut tidak sampai berejakulasi dan menumpahkan spermanya ke dalam peranakannya.

Untunglah, sebelum Rina kehilangan kesadaran secara penuh dan pak Kadek mencapai puncak, tiba-tiba terdengar bunyi pintu pagar berderit dan salam diucapkan. “Bedebah.”, pak Kadek menggeram pelan dan menyumpah-nyumpah karena menyadari Ali telah pulang.

Kontol Mertua Menjadi Penikmat Napsuku


Ditusukkannya penisnya ke liang kemaluan Rina untuk terakhir kalinya sambil berbisik “ sudah dulu ya sayang..”. Bibir Rina mendesis lemah saat menerima tusukan yang dilakukan pak Kadek dalam-dalam tersebut. Pak Kadek bergegas melepaskan pelukannya dan menarik celana dalam satin Rina kembali ke atas.

Dengan sigap dia menegakkan tubuh Rina serta menurunkan kembali baju kurung dan kerudung menantunya sehingga seluruh tubuh wanita itu kembali tertutup rapat. Sebelum meninggalkan dapur dia berbisik lirih ke telinga Rina “ Jangan kau bilang ini kepada Ali, sayang jika kau masih sayang anakmu ..”

Kemudian dengan sigap dia bergerak keluar dapur menuju ruang tamu untuk menyambut Ali di beranda untuk memberikan waktu pada Rina membenahi diri dan memulihkan kesadarannya. Rina masih bertumpu lemah di bak cuci, pandangannya nanar dan pikirannya masih beku.

Benaknya dicekam kengerian mendengar ancaman mertuanya tersebut. Dia sadar bahwa bajingan tua itu tidak sekadar menggertak. Namun, dia bersyukur bahwa Ali datang sehingga dia bisa terhindar dari aib yang lebih besar. Dia berharap malam segera berlalu dan esok mertua durjananya segera pulang ke kampung sehingga mimpi buruknya akan berakhir.
Share:

Thursday, February 8, 2018

Tubuh Tante Telanjang Membuat Napsu Naik

Koboy NapsuTubuh Tante Telanjang Membuat Napsu Naik - Saat aku maen ke vilaa pamanku , aku masuk keruangan tante yang ternyata di dalamnya banyak foto telanjangnya tanteku, walupun usianya sudah tidak bisa dikatakan muda namun tante tanteku ini ahli dalam menampilan tubuh yang indahnya, setelah melihatnya aku mulai terangsang rasanya ingin sekali memeluknya.

Tubuh Tante Telanjang Membuat Napsu Naik

Tubuh Tante Telanjang Membuat Napsu Naik

Hingga ada ide gila untuk memperalat mereka melalui foto-foto tersebut. Mulai kususun rencana siapa yang pertama aku kerjain, lalu kupilih Tante Tante Irma (45 tahun) dan Tante Nita (37 tahun).

Aku telepon rumah Tante Irma dan Tante Nita. Aku minta mereka untuk menemuiku di villa keluarga. Aku sendiri lalu bersiap untuk pergi ke sana. Sampai disana kuminta penjaga villa untuk pulang kampung. Tak lama kemudian Tante Irma dan Tante Nita sampai. Kuminta mereka masuk ke ruang tamu.

“Ada apa sih Anto?” tanya Tante Irma yang mengenakan kaos lengan panjang dengan celana jeans.
“Duduk dulu Tante,” jawabku.

“Iya ada apa sih?” tanya Tante Nita yang mengenakan Kemeja you can see dengan rok panjang.

“Saya mau tanya sama Tante berdua, ini milik siapa?”, kataku sambil mengeluarkan sebuah bungkusan yang di dalamnya berisi setumpuk foto. Tante Irma lalu melihat foto apa yang ditunjukkan olehnya.

“Darimana kamu dapatkan foto-foto ini?” tanya Tante Irma panik mendapatkan foto-foto telanjang dirinya.

“Anto.. apa-apaan ini, darimana barang ini?” tanya Tante Nita dengan tegang.

“Hhhmm.. begini Tante Irma, waktu itu saya kebetulan lagi bersih-bersih, pas kebetulan dikamar Tante Yani saya lihat kok ada foto-foto telanjang tubuh Tante-Tante yang aduhai itu,” jawabku sambil tersenyum.

“Baik.. kalau gitu serahkan klisenya?” Kata Tante Nita.

“Baik tapi ada syaratnya lho,” jawabku.

“Katakan apa syaratnya dan kita selesaikan ini baik-baik,” kata Tante Irma dengan ketus.

“Iya Anto, tolong katakan apa yang kamu minta, asal kamu kembalikan klisenya,” tambah Tante Nita memohon.

“Ooo.. nggak, nggak, saya nggak minta apa-apa, Cuma saya ingin melihat langsung Tante telanjang,” kataku.

“Jangan kurang ajar kamu!” kata Tante Irma dan Tante Nita dengan marah dan menundingnya. “Wah.. wah.. jangan galak gitu dong Tante, saya kan nggak sengaja, justru Tante-Tante sendiri yang ceroboh kan,” jawabku sambil menggeser dudukku lebih dekat lagi.

Tubuh Tante Telanjang Membuat Napsu Naik


“Bagaimana Tante?”

“Hei.. jangan kurang ajar, keterlaluan!!” bentak Tante Nita sambil menepis tanganku.

“Bangsat.. berani sekali, kamu kira siapa kami hah.. dasar orang kampung!!” Tante Irma menghardik dengan marah dan melemparkan setumpuk foto itu ke wajahku.

“Hehehe.. ayolah Tante, coba bayangkan, gimana kalo foto-foto itu diterima paman di kantor, wah bisa- bisa Tante semua jadi terkenal deh!!” kataku lagi.

Kulihat kananku Tante Irma tertegun diam, kurasa dia merasakan hal yang kuucapkan tadi. Kenapa harus kami yang tanggung jawab, Cerita Bokep

“Tante-Tantemu yang lain kok tidak?” tanya Tante Irma lemas.

“Oh, nanti juga mereka akan dapat giliran,” jawabku.

“Bagaimana Tante? Apa ssudah berubah pikiran?”

“Baiklah, tapi kamu hanya melihat saja kan?” tanya Tante Nita.

“Iya, dan kalau boleh sekalian memegangnya?” jawabku.

“Kamu jangan macam-macam Anto, hardik Tante Irma.”

“Biarlah Mbakyu, daripada ketahuan,” jawab Tante Nita sambil berdiri dan mulai melepas pakaiannya, diikuti Tante Irma sambil merengut marah.

Hingga tampak kedua Tanteku itu telanjang bulat dihadapanku. Tante Irma walau ssudah berusia 45 tahun tapi tubuhnya masih montok, dengan kulit kuning langsat dan sedikit gemuk dengan kedua payudaranya yang besar menggantung bergoyang-goyang dengan puting susunya juga besar.

Turun kebawah tampak pinggulnya yang lebar serta bulu hitam di selangkangan amat lebat. Tidak kalah dengan tubuh Tante Nita yang berusia 37 tahun dengan tubuh langsing berwarna kuning langsat, serta payudaranya yang tidak begitu besar tapi nampak kenyal dengan puting yang sedkit naik keatas.
Pinggulnya juga kecil serta bulu kemaluannya di selangkangan baru dipotong pendek.

Tubuh Tante Telanjang Membuat Napsu Naik

Bandar Ceme Judi Domino Online Oceqq

“Ssudah Anto?” tanya Tante Irma sambil mulai memakai bajunya kembali.

“Eh, belum Tante, kan tadi boleh pegang sekalian, lagian saya belum lihat vagina Tante berdua dengan jelas,” jawabku.

“Kurang ajar kamu,” kata Tante Nita setengah berteriak.

“Ya sudah kalo nggak boleh kukirim foto Tante berdua nih?” jawabku.

“Baiklah,” balas Tante Irma ketus,

“Apalagi yang mesti kami lakukan?”

“Coba Tante berdua duduk di sofa ini,” kataku.

“Dan buka lebar-lebar paha Tante berdua,” kataku ketika mereka mulai duduk.

“Begini Anto, Cepat ya,” balas Tante Nita sambil membuka lebar kedua pahanya.

Hingga tampak vaginanya yang berwarna kemerahan.

“Tante Irma juga dong, rambutnya lebat sih, nggak kelihatan nih,” kataku sambil jongkok diantara mereka berdua. Cerita Sex

“Beginikan,” jawab Tante Irma yang juga mulai membuka lebar kedua pahanya dan tangannya menyibakkan rambut kemaluannya kesamping hingga tampak vaginanya yang kecoklatan.

“Anto pegang sebentar ya?” kataku sambil tangan kananku coba meraba selangkangan Tante Irma sementara tangan kiriku meraba selangkangan Tante Nita. Kumainkan jari-jari kedua tanganku di vagina Tante Irma dan Tante Nita.

“Sudah belum, Anto.. Ess..,” kata Tante Irma sedikit mendesah.

“Eeemmhh.. uuhh.. jangan Anto, tolong hentikan.. eemmhh!” desah Tante Nita juga ketika tanganku sampai ke belahan kemaluannya.

“Sebentar lagi kok Tante, memang kenapa?” tanyaku pura-pura sambil terus memainkan kedua tanganku di vagina Tante Irma dan Tante Nita yang mulai membasah.

“Eh, ini apa Tante?” tanyaku pura-pura sambil mengelus-selus klitoris mereka.

“Ohh.. Itu klitoris namanya Anto, jangan kamu pegang ya..,” desis Tante Irma menahan geli.
“Iya

jangan kamu gituin klitoris Tante dong,” dasah Tante Nita.

“Memang kenapa Tante, tadi katanya boleh,” kataku sambil terus memainkan klitoris mereka. “Sshh.., oohh.., geliss.., To,” rintih Tante Irma dan Tante Nita.

Tubuh Tante Telanjang Membuat Napsu Naik


“Ini lubang vaginanya ya Tante?” tanyaku sambil memainkan tanganku didepan lubang vagina mereka yang semakin basah.

“Boleh dimasukin jari nggak Tante?”

Kembali jariku membuka belahan vagina mereka dan memasukkan jariku, slep.. slep.. bunyi jariku keluar masuk di lubang vagina Tante Nita dan Tante Irma yang makin mendesah-desah tidak karuan,
“Jangan Anto, jangan kamu masukin jari kamu.. Oohh..,” rintih Tante Nita.

“Jangan lho Anto.. sshh..,” desah Tante Irma sambil tangannya meremasi sofa.

“Kenapa? Sebentar saja kok, dimasukkin ya,” kataku sambil memasukkan jari tengahku ke vagina mereka masing-masing.

“Aaahh.., Anto..,” desah Tante Irma dan Tante Nita bersama-sama mersakan jari Anto menelusur masuk ke lubang vagina mereka. Cerita Dewasa

“Ssshh.. eemmhh..!!” Tante Irma dan Tante Nita mulai meracau tidak karuan saat jari-jariku memasuki vagina dan memainkan klitoris mereka.

“Bagaimana Tante Irma,” tanyaku mulai memainkan jariku keluar masuk di vagina mereka.

“Saya cium ya vagina Tante Irma ya?” tanyaku sambil mulai memainkan lidahku di vaginanya.
“Sebentar ya Tante Nita,” kataku.

“Jangan.., sshh.. Anto.. ena.., rintih Tante Irma sambil tangannya meremasi rambutku menahan geli.

“Gimana Tante Irma, geli tidak..,” tanya Anto.

“Ssshh.. Anto.. Geli ss..,” rintihnya merasakan daerah sensitifnya terus kumainkan sambil tangannya meremasi sendiri kedua payudaranya.

“Teruss.. Anto,” desis Tante Irma tak kuat lagi menahan nafsunya.

Sementara Tante Nita memainkan vaginanya sendiri dengan jari tanganku yang ia gerakkan keluar masuk. Dan Tante Irma kian mendesah ketika mendekati orgasmenya dan

“Aaahh ss.., Tante sudah nggak kuat lagi,” rintih Tante Irma merasakan lidahku keluar masuk dilubang vaginanya.

Tubuh Tante Telanjang Membuat Napsu Naik


“Tante Irma keluar Anto..,” desah lemas Tante Irma dengan kedua kakinya menjepit kepalaku di selangkangannya. Tahu Tante Irma sudah keluar aku bangkit lalu pindah ke vagina Tante Nita dan kubuka kedua pahanya lebar-lebar. Sama seperti Tante Irma Tante Nita juga merintih tidak karuan ketika lidahku mengocok lubang vaginanya.

“Aah ss.., Antoo,.., enak ss..,” rintih Tante Nita sambil menekan kepalaku ke selangkangannya.

Tante Nita di sofa dan kubuka lebar-lebar pahanya. Kubenamkan lidahku liang vagina Tante Nita, ku sedot-sedot klitoris vagina Tante Nita yang ssudah basah itu, Hack Ceme

“Teruss.., Antoo.., Tante.., mau kelu.. Aah ss..,” rintih Tante Nita merasakan orgasme pertamanya. Anto lalu duduk diantara Tante Irma dan Tante Nita.

“Gantian dong Tante, punyaku sudah tegang nih,” menunjukkan sarung yang aku pakai tampak menonjol dibagian kemaluanku pada Tante Irma dan Bullik Nita. Kuminta mereka untuk menjilati kemaluanku.

“Kamu nakal Anto, ngerjain kami,” kata Tante Irma sambil tangannya membuka sarungku hingga tampak penisku yang mengacung tegang keatas.

“Iya.., awas kamu Anto.. Tante hisap punya kamu nanti..,” balas Tante Nita sambil memasukkan penisku kemulutnya.

“Ssshh.. Tante.. terus..,” rintih Anto sambil menekan kepala Tante Nita yang naik turun di penisnya. Tante Irma terus menjilati penisku gantian dengan Tante Nita yang lidahnya dengan liar menjilati penisku, dan sesekali memasukkannya kedalam mulunya serta menghisap kuat-kuat penisku didalam mulutnya. Sluurrpp.. sluurpp.. sshhrrpp.. demikian bunyinya ketika dia menghisap.

“Sudah.. Tante, Anto nggak kuat lagi..,” rintih Tante Nita sambil mengangkat kepalaku dari vaginanya.
“Tunggu dulu ya Tante Irma, biar saya dengan Tante Nita dulu,” kataku sambil menarik kepala Tante Irma yang sedang memasukkan penisku kemulutnya.

Tubuh Tante Telanjang Membuat Napsu Naik


“Tante Tina sudah nggak tahan nih,” kataku sambil membuka lebar-lebar kedua paha Tante Nita dan berlutut diantaranya.

“Cepatss.. Anto,” desah Tante Nita sambil tangannya mengarahkan penisku ke vaginanya. “Asshhss..,” rintih Tante Nita panjang merasakan penisku meluncur mulus sampai menyentuh rahimnya. Tante Nita mengerang setiap kali aku menyodokkan penisnya.

Gesekan demi gesekan, sodokan demi sodokan sungguh membuatku terbuai dan semakin menikmati “perkosaan” ini, aku tidak peduli lagi orang ini sesungguhnya adalah Tanteku sendiri. Kuminta Tante Nita untuk menjilati vagina Tante Irma yang jongkok diatas mulutnya.

“Ushhss.. Geli dik,” desis Tante Irma setiap kali lidah Tante Nita memasuki vaginanya. Sementara aku sambil menyetubuhi Tante Nita tanganku meremas-remas kedua payudara Tante Irma. Tiba-tiba Tante Nita mengangkat pinggulnya sambil mengerang panjang keluar dari mulutnya. “Ahhss.. Anto Tante keluar.. ”

“Sudah keluar ya Tante Nita, sekarang gilran Bu Irma ya,” kataku sambil menarik Tante Irma untuk naik kepangkuanku.

Tante Irma hanya pasrah saja menerima perlakuannya. Kuarahkan penisku ke vagina Tante Irma Lalu Aaahh.. desah Tante Irma merasakan lubang vaginanya dimasuki penisku sambil pinggulnya mulai naik turun. Kunikmati goyangan Tante Irma sambil ‘menyusu’ kedua payudaranya yang tepat di depan wajahku, payudaranya kukulum dan kugigit kecil.

“Teruss.. Tante, vagina Tante enak..,” rintihku sambil terus dalam mulutku menghisap-hisap puting susunya.

“Penis kamu juga sshh..” rintih Tante Irma sambil melakukan gerakan pinggulnya yang memutar sehingga penisku terasa seperti dipijat-pijat.

Tubuh Tante Telanjang Membuat Napsu Naik


“Sebentar Tante, coba Tante balik badan,” kataku sambil meminta Tante Irma untuk menungging.
Kusetubuhi Tante Irma dari belakang, sambil tanganku tangannya bergerilya merambahi lekuk-lekuk tubuhnya. Harus kuakui sungguh hebat wanita seumur Tante Irma mempunyai vagina lebih enak dari Tante Nita yang berusia lebih muda. Sudah lebih dari setengah jam aku menggarap Tante Irma, yang makin sering merintih tidak karuan merasakan penisku menusuk-nusuk vaginanya dan tanganku meremasi payudaranya yang bergoyang-goyang akibat hentakan penisku di vaginanya.

“Ssshh.. Anto, Tante mau keluar..” rintih Tante Irma.

“Sabarr.. Tante, sama-sama,” kataku sambil terus memainkan pinggulku maju-mundur.

“Aaahh ss.., Tante Irma keluar..,” melenguh panjang.

“Saya belum, Tante,” kataku kecewa.

“Pake susu Tante aja ya,” jawab Tante Irma jongkok didepanku sambil menjepitkan penisku yang ssudah licin mengkilap itu di antara kedua payudaranya yag besar, lalu dikocoknya.

“Terus, Tante enak ss..,” rintihku.

Melihat hal itu Tante Nita bangun sambil membuka mulutnya dan memasukkan penisku ke mulutnya sambil dihisap-hisap. Tak lama setelah mereka memainkan penisku, mengeluarkan maninya menyempot dengan deras membasahi wajah dan dadaTante Irma dan Tante Nita.

“Terima kasih ya Tante,” jawabku sambil meremas payudara mereka masing-masing.
Share:

Wednesday, February 7, 2018

Janda Muda Statusku Setelah Ditinggal Suami Keluar Negri

Koboy NapsuJanda Muda Statusku Setelah Ditinggal Suami Keluar Negri - Perkenalkan nama saya Shanty, saya duduk di kelas 1 SMA di Bandung, tapi itu dulu. Kini saya berumur 25 tahun, menjanda, dan mempunyai seorang putri. Saya memiliki mata coklat kehitaman, rambut saya panjang sepinggang, tinggi badan saya 170 cm dan berat badan saya 58 kg dengan ukuran dada 34B, setidaknya itu ciri-ciri saya sekarang ini Dan kini saya akan menceritakan pengalaman menjanda saya yang tidak terlupakan.

Janda Muda Statusku Setelah Ditinggal Suami Keluar Negri

Janda Muda Statusku Setelah Ditinggal Suami Keluar Negri

Saat itu (saat saya masih SMA) sudah sekitar pukul 20 30 malam, namun teman alias pacar saya belum juga pulang Ia kelas 2 SMA di Bandung, namanya Carlos (kini ia ada di Perancis telah bekeluarga mempunyai 2 anak laki-laki) Ia anak blasteran, papanya orang Jakarta dan mamanya orang Perancis

Saya mulai bingung, “Los, kok lu belom pulang sih ?”

“Kenapa sayang ? Kamu nggak mau aku nemenin kamu? Padahal khan di rumah kamu nggak ada orang!”

Memang pada saat itu di rumahku sepi, karena orangtua saya sedang pergi ke luar kota, sedangkan pembantu saya pulang kampung karena orangtuanya sakit keras Dan saat itu kami hanya berduaan sambil menonton film yang dibawa oleh pacar saya Dia sudah mengetaui sebelumnya bahwa rumah saya itu kosong Tidak ada orang, hanya saya sendiri saja. Entah saat itu setan apa yang muncul dalam benak Carlos, tiba-tiba saja ia meraba-raba payudara saya

“Yang, aku baru kali ini nyentuh loh! Ternyata punyamu mulus juga, besar lagi ”

Saya tersentak kaget, lalu saya mencoba untuk melepaskan diri Namun ia memeluk saya lebih erat, belum lagi VCD yang dibawa Carlos membuat nafas lebih cepat dari sebelumnya. Dan di VCD tersebut muncul adegan si cowok memasukkan tangannya ke rok si cewek. Carlos melakukan hal yang sama pada saya Ia memasukkan tangannya ke dalam rok saya dan mulai mengelus vagina saya Saya lebih tersentak dari sebelumnya. Cerita Bokep

“Sudah basah ya! Kamu mau nggak aku cium bibirmu, terus ntar kamu isap lidahku ya!”

Kini pelukannya semakin erat, ia mendekatkan dada saya pada dadanya lalu ia langsung melumat bibir saya Saya sungguh sangat kaget karena baru kali ini ia melakukan hal ini . Memang kami belum lama jadian, baru sekitar 2 minggu .

Janda Muda Statusku Setelah Ditinggal Suami Keluar Negri


Dan ini pertama kalinya saya mengajaknya ke rumah dan nonton di kamar saya Ia terus memainkan tangannya di vagina saya, lalu kembali ke dada Kemudian ia tiba-tiba membuka dan merobek pakaian saya Saya mulai berontak, namun ia tetap memeluk dengan erat

“Tenang sayang Nanti juga kamu terbiasa. Adegan ini sudah tidak jarang di Perancis Lagian aku khan pacarmu sendiri Rileks ajah, nanti juga kamu katagihan ” bisiknya

Saya berontak sekali lagi, namun ia memeluk dengan lebih erat dan mulai menjilati payudara saya

“Sssh ahh mmhh su dah Car los ge li ” rintih saya

Namun lama-lama saya merasakan nikmatnya Ia melepaskan saya tiba-tiba, membuka semua pakaiannya dengan cepat, juga ia menutup gorden, dan kembali pada saya Kini ia mulai lagi meraba payudara saya dan langsung membuka kaitan BH saya.

Kini saya setengah bugil tanpa BH Kini terpampang kedua susu saya, namun kini saya tidak berontak lagi karena merasakan kenikmatan Ia lalu menarik reslueting rok saya, kemudian ia langsung membuka CD saya Ia mengelus-elus vagina saya

“Sssh shh mmhh aahh e nak Sayang ” desah saya

Kini ia memainkan penisnya di payudara saya

“Yang enak ”

“Rileks aja ya Shan !”

Ia kembali meremas susu saya, menjilatnya lalu menuju vegina saya Didekatkan penisnya ke vagina saya, dan tanpa berpikir panjang, ia langsung memasukkan penisnya ke dalam vagina saya yang masih kering. Cerita Dewasa

“Aaadduuhh ! Saakkiitt !” saya menjerit

“Blesp blespp ” kini penisnya sepenuhnya masuk ke dalam vagina saya

Saya hendak berteriak menahan sakit, namun ia langsung saja meremas susu saya dan melumat bibir saya lagi, sehingga saya tidak dapat berteriak Padahal kini Carlos telah menembus selaput keperawanan saya

Kini saya dan Carlos mencapai puncak, “Crroot crott ” spermanya masuk ke dalam vagina saya ”Croott croott ” dan kini saya yang mengeluarkan cairan

Janda Muda Statusku Setelah Ditinggal Suami Keluar Negri


“Yang aku lemes nih !” kata saya

Ia menarik penisnya keluar dari vagina saya dan tidur di sebelah saya Ia membelai rambut dan mengelus-elus payudara saya

“Gimana ? Enak kan ?”

Ia bangkit dan menjilat vagina saya sambil meremas payudara saya Saya mencapai klimaks untuk yang kedua kalinya, ia langsung saja menjilati dan menghisap cairan yang keluar dari vagina saya Padahal cairan itu keluar bersama darah keperawanan saya

Setelah itu kini ia mencapai klimaks, ia memaksa saya untuk memasukkan penisnya ke dalam mulut saya Pada awalnya saya menolak, namun kini ia dengan kasarnya memasukkan penisnya ke dalam mulut saya

“Croott croott ,” saya mencoba menelan semua spermanya

Setelah itu ia kembali ke arah vagina sekali lagi, ia menancapkannya dan mulai menaik-turunkan penisnya Kini saya yang mengikuti irama gerakannya, saya mulai menggoyang pantat, dan kami berbalik Kini saya berada di atas

Carlos, dan saya mulai memaju-mundurkan pantat saya Sekali lagi kami mencapai klimaks

“Croot croott !” secara bersamaan kami mengeluarkan cairan

Setelah itu saya langsung melepaskan tubuh saya ke ranjang, ke dada Carlos, dan terlihat waktu menunjukkan pukul 22 30

“Setengah sebelas Apa kamu tidak pulang Carloss ?” tanya saya ragu-ragu

“Tidak. Aku sudah minta ijin pada Mama tadi untuk nemenin kamu ”

Lalu kami tertidur pulas karena kelelahan

Paginya Carlos membangunkan saya

“Yang, bangun !” bisiknya

Saya terbangun, “Ada apa Los ?” tanya saya refleks

“Lihat, sudah pagi Bangun dong ! Mandi yuk !”

Saya lihat jam kini sudah pukul 08 00 Saya mengangguk lemah dan pergi ke kamar mandi dengannya

Janda Muda Statusku Setelah Ditinggal Suami Keluar Negri

 Oceqq Agen Judi Ceme Keliling Online Terpercaya

Selama di kamar mandi saya menghindari Carlos, takutnya nanti ia mulai melakukannya lagi, karena saya pikir kalau terjadi lagi nanti bisa-bisa berabe dengan orangtuanya, lagi pula orangtua saya sebentar lagi pulang Saya mempercepat mandi saya, lalu segera berpakaian Kemudian saya membereskan kamar, VCD dan ruang keluarga Tidak lama kemudian Carlos selesai mandi Ia berpakaian lalu menuju ke arah saya Ia memeluk saya

“Bagaimana? Enak kan Sayang ?” bisiknya

Saya menggangguk, lalu saya teringat bahwa orangtua saya akan pulang

“Los sebaiknya kamu cepat pulang! Ortuku bentar lagi pulang, lagian nanti ortumu cemas ”

“Ortumu udah mau pulang? Ya, nggak apa-apa Kenapa? Takut? Aku sih nggak! Ama calon mertua sendiri kok takut?”

Aku kaget, “Calon mertua ?”

“Iya Aku khan mau tanggung jawab atas kelakuanku! Baru kali ini loh aku melakukannya! I Sueerr !”

“Gombal! Bohong! Kamu waktu kemarin bilang kalo udah sering!”

“Aku khan cuman bo’ong! Ya udah deh gue pulang! VCD-nya buat elo aja! Shin, besok loe mau khan maen ke rumah gue! Khan besok Sabtu! Loe mau lagi khann ?”

“Aku tanya dulu ama ortuku ”

“Oke deh! Bye ”

Sejenak saya ingin menangis, kini saya tidak perawan lagi! Apa benar Carlos mau bertanggung jawab. Kini saya mulai merasa bahwa masa depan saya suram Ini semua gara-gara saya mengajaknya ke rumah karena saya merasa kesepian Namun tidak lama kemudian ada suara orang yang mengetuk pintu. Cerita Sex

Saya membuka pintu, namun yang saya temukan bukanlah kedua orangtua saya, namun paman dan bibi saya yang menggunakan pakaian hitam dan bibi berlinangkan air mata Segera saya tarik bibi ke dalam sebelum ia berbicara, saya sudah mengerti dari semua ini Saya ingin berteriak namun saya sadar bahwa tidak ada gunanya

Janda Muda Statusku Setelah Ditinggal Suami Keluar Negri


Segera saya mengganti pakaian, kini saya bersama bibi dan paman menuju pemakaman

“Kapan terjadinya Bi ? Apa yang terjadi ?” tanya saya membuka pembicaraan

“Kemarin lusa Shin! Orangtuamu mendapat kecelakaan. Mereka segera dilarikan ke rumah sakit, namun dokter tak bisa menolong Karena kaca yang pecah tepat mengenai jantung ayahmu, dan ibumu tertusuk pada nadi tangannya ”

Sepanjang perjalanan saya menangis sambil memikirkan Kini saya sudah SMA, kini saya tidak punya orangtua, terlebih lagi keperawanan saya suda direnggut oleh pacar saya Saya sungguh-sungguh memikirkan hal ini. Setelah dari pemakaman saya segera pulang Saya melihat Carlos sudah menunggu saya .

“Aku sudah tahu semuanya dari Irma,” katanya membuka pembicaraan

Memang saat saya ke pemakaman ada Irma di sana

“Shan, aku serius kini Aku sungguh-sungguh tak tau Aku sendiri kaget karena beritanya tiba-tiba dari ortuku

Besok aku akan pulang ke Perancis karena mamaku bilang aku akan meneruskan studiku di sana Padahal di sini pun aku baru 2 bulan Tapi aku tadi bilang pada mamaku bahwa aku akan mengajak kamu Mamaku setuju dan aku segera ke sini Saat aku tiba, Irma telepon padaku Ia menceritakan semuanya ” Hack Ceme

“Maaf Carlos Aku tidak bisa ikut! Orangtuaku baru saja meninggal, dan kini aku harus ikut kamu keluar negeri ?”

“Tapi Shan , kamu kamu sudah aku renggut harta yang paling berharga darimu, aku mau tanggung jawab ”

“Tidak aku tidak bisa ikut denganmu ”

Terjadi berdebatan antara saya dengan Carlos saat itu, dan segera saja ia pergi meninggalkan saya selamanya. Beberapa bulan kemudian saya merasakan mual dan pusing, tadinya saya pikir hanya gejala masuk angin, tapi ternyata setelah saya periksakan ke dokter, saya hamil Berbagai macam cara saya tempuh untuk menggugurkan bayi ini namun bibi melarang saya. Bibi sudah mengetahui semuanya

Janda Muda Statusku Setelah Ditinggal Suami Keluar Negri


“Shin, bayi ini tak berdosa, jangan kau bunuh dia Biarkan saja dia tetap hidup, biarkan kau melahirkannya Lagi pula kau sudah keluar dari sekolahmu ”

Memang, setelah orangtua saya meninggal, saya keluar dari sekolah Dan kini saya hanya berkeinginan melahirkan anak saya 9 bulan kemudian saya melahirkan seorang anak perempuan,

Kini saya hidup menjanda pada umur 20 tahun Setelah beberapa minggu saya melahirkan, saya mulai mencari pekerjaan, namun tidak ada yang mau menerima karena saya tidak lulus SMA Lalu dengan berat hati saya bekerja di klub malam.

Dan sampai sekarang saya yang menjanda masih bekerja di klub malam di Bandung. Anak saya titipkan pada bibi, dan seminggu sekali saya menjenguknya Setiap kali melihatnya ada rasa sakit menusuk di hati Anak putri saya ini cantik, ia memiliki hidung mancung dan kulit putih seperti ayahnya, sedangkan rambutnya seperti saya, lurus panjang.

Dan saya berharap agar anak saya ini di kemudian hari tidak mengalami nasib menjanda yang sama seperti saya.
Share:

Tuesday, February 6, 2018

Alkohol Membuat Aku Ngentot Dengan Anak Sendiri

Koboy NapsuAlkohol Membuat Aku Ngentot Dengan Anak Sendiri - Sejak suamiku kawin lagi, rasanya aku demikian marah padanya, karena telah menghianatiku. Ajakan teman-temanku unutkk clubing, aku ikuti. Lama-lama aku bosan juga. AKhirnya aku sudah ketagihan minum-minuman keras. Shalat sudah aku tingalkan dan mulai asyik dengan daganganku membawa berlian dari rumah ke rumah dan menghasilkan banyak uang

Alkohol Membuat Aku Ngentot Dengan Anak Sendiri

Alkohol Membuat Aku Ngentot Dengan Anak Sendiri

Saat aku anakku Yanto nmemasuki rumah, aku sebenarnya sudah setengah mabuk. Kepalaku sudah berat sekali. Aku masih sadar dan mengetahui semuanya. Kulihat anakku berjalan sempoyongan dan menatapku dengan tajam.

“Baru pulang sayang? Kamu minum minuman keras ya?” sapaku.

“Ya. Kalau mama juga minum minuman keras, kenapa aku tak boleh,” katanya sembari mengangkat gelasku di atas meja yang berisi sedikit Tequila dan meneguknya.

Aku kasihan padanya. AKu sadar, kalau ini adalah kesalahanku. Anak bungsuku dan satu-satunya laki-laki berumur 19 tahun ini akan hancur, jika aku biarkan. 2 putriku sudah menikah dan ikut suaminya. Kupeluk Yanto dan mencium pipinya. Yanto balas memelukku dan menangkap tengkukku serta mengarahkan bibirnya ke bibirku. Dia mengecup bibirku dengan lembut dan mengelus rambutku.

“Yaaaannnn….”

“Ya sayaaaang…”

Aku agak risih dipanggil sayang, seperti menyapa kekasihnya sendiri. Aku sadar, mungkin Yanto menganggap aku kekasihnya, karena dia sedang mabuk. Yanto yang baru saja duduk di semester I pada sebuah universitas ternama di negeri ini, terus mempemainkan lidahnya dalam mulutku.

“Aku sangat mencintaimu…” bisiknya.

Aku diam saja. Tanganya mulai meremas-remas buah dadaku dan dengan paksa dia lepaskan dasterku, bra-ku, hingga aku tinggal memakau celana dalamku. Dengan cepat pula dia melepas semua pakaiannya hingga 100% bugil. Lampu di ruang tengah, demikian terang benderang, terlebihj semua pintu sudah ditutup dan jendela juga sudah terkunci erat. Aku tetap menganggapnya mabuk, hingga mungkin saja Yanto tidak menyadari, kalau aku adalah ibu kandungnya. Tapi rabaan dan elusan tangannya pada tubuhku, membuat libidoku bangkit juga. Apa yang harus kulakukan? Menolaknya yang sedang mabuk? Atau….

Alkohol Membuat Aku Ngentot Dengan Anak Sendiri


“Kamu tau, aku ini siapa Yaaannn…” tanyaku halus dan selembut mungkin, untuk menyadarkannya.

“Ya. Aku tahu.”

“Siapa sayang?”

“Kamu kan Silvia, kekasihku…”

Berdegup jantungku, dia menyebut namaku dan menyebutkan pula aku adalah kekasihnya. Tapi mungkin saja ada perempuan senama denganku, Silvia yang adalah kekasih anakku Yanto.

“Silvia kekasihmu? Silvia yang mana sayang…?” sapaku lembut dan bibirnya sudah menyedot-nyedot buah dadaku. Cerita Bokep

“Silvia, mantan isterinya Ridwan,” jawabnya.

Ridwan adalah suamiku yang aku gugat cerai ke mahkamah syariah, ayah kandung Yanto anakku.

“Ya. Aku adalah mama mu sayang,” kataku lebih lembuit lagi.

Pertama kelembutan suaraku agar dia tidak tersinggung, kemudian karean libidoku juga sudah meninggi.

“Mulai sekarang, kamu bukan mamaku lagi, Tapi kekasihku, calon isteriku,” katanya. Dia terus menceracau sembari terus merabai tubuhku dan menjilatinya.

Aku senmakin tak mampu menahankan hasrat seksualku, tapi haruskah aku melakukannya derngan anak kandungku sendiri?

“Sayang, kamu sudah mabuk. KIta tak boleh…”

“MUlai sekarang, aku bebas melakukan apapun padamu, Silvia. Mulai sekarang kamu adalah isteriku. Aku sangat mencintaimu. Aku sudah lama menunggu perceraianmu,” jawabnya semakin tegas.

Lidahnya sudah menjilati perutku dan tangannya sudah menurunkan celan dalamku. Vaginaku susah basah. Perlahan Yanto menidurkanku di atas karvet di ruang tamu itu. Cepat dia menjilati vaginaku, dimana suamiku sendiri tak pernah melakukannya. Aku tak tau harus berbuat apa, karena aku merasakan kenikmatan yang luar biasa. Aku hanya bisa mendesih dan langsung kutangkap penis Yanto. Saat aku menangkapnya aku sangat terkejut. Aku merasakan betapa kerasnya penis itu. Besar dan jauh lebih besar dan lebih [panjang dari milik ayah kandungnya. Kutuntun penis itu memasuki liangku. Vaginaku yang basah, langsung menenggelamkan penisnya yang besar dan panjang itu.

Alkohol Membuat Aku Ngentot Dengan Anak Sendiri


Yanto berjongkok di antar kedua pahaku. Tangannya meraih Tequilla dari meja dan meneguknya seidkit lagi. Kemudian diteguknya sedikit lagi, lalu dari mulutnya dia salurkan Tequilla ke mulutku. Kami berciuman dan lidah kami saling mengait, sementara Yanto terus memompa vaginaku. Makin lama makin cepat dan liang vaginaku terasa penuh.

Suara cucuk-tarik penis anakku dalam vaginaku mengeluarkan suara yang mengasyikkan. Akhirnya kedua kakiku kujepitkan ke pinggang anakku dan kedua tanganku memeluk erat tubuhnya sembari merintih-rintih. Aku merintih karena merasa nikmat, bukan karean alkohol. Rasa malu dan aku sudah melupakan, laki-laki yang di atas tubuhku adalah anak kandungku sendiri.

“Huuuuuuhhhhhhh…” rintihku saat sesuatu terasa keluar dari tubuhku yang amat dalam.

Mungkin ini yang dinamaka orgasme. Kalau benar ini adalah kenikmatan orgasme, maka inilah pengalaman pertamaku merasasakan oprgasme seumur hiudpku, dengan anak kandungku sendiri. Selam 26 tahun aku menikah, aku tak pernah merasakan orgasme dan tak pernah merasakan kenimmatan seks. Saat aku mulai mau menikmati seks, tiba-tiba suamiku sudah melepaskan spernmanya dalam vaginaku. Selalu saja demikian, dan aku pun hamil, hamil dan hamil. Kemudian melahirkan ke tiga anak-anakku.

Aku lemas. Yanto masih juga terus memompa. Aku diam saja, karena nafasku sudah tersengal-sengal. Usia tak mampu kulawan. Aku sudah 47 tahun.

“Mama sudah tua sayang… maafkan mama,” biskku.

“Kamu masih cantik dan hebat, Silvia,” jawabnya.

“Betulkan aku masih cantik sayang?”

“Betul. Kamu masih cantik dan tubuhmu masih sintal. Aku mencintaimu,” bisiknya sembari terus memompa tubuhku. Cerita Sex

Tak lama nafasku mulai normal dan aku memberikan perlawanan pada anakku, agar dai tidak kecewa. Rasanya aku berdosa sekali, jika mengecewakan anakku yang sudah memberikan pengalaman terindah dalam hidupku, dimana selama ini tak pernah kurasakan

Alkohol Membuat Aku Ngentot Dengan Anak Sendiri


Yanto terus memeompa tubuhku dari atas. Suara semakin berisik keluar dari vaginaku yang sangat basah. Aku mengangkat kedua kakiku ke atas dan memeluknya dengan sekuat tenagaku. Pompaan dari atas, membuatku semakin menikmati lagi keindahan itu untuk kedua kalinya. Anakku memompa semakin kencang dan aku tau ciri-cirinya laki-laki akan melepaskan spwermanya.

“Tunggu Mama sayaaaang…”

“Aku sudah mau keluar Silvia…”

Aku pun mengimbanginya. Jika dia sudah keluar, maka kontol itu akan terkulai dan aku tak akann mendapatkan kenikmatan untuk kedua kalinya. Kuarahkan penisnya pada sisi-sisi yang membuatku nikmat sekali dan akhirnya aku menjerit kecil serta memeluknya. Saat itu Yanto menghunjamkan penisnya kuat sedalam mungkin ke liang vaginaku. Aku merasakan beberapa kali semprotan sperma hangat dalam liangku, membuat aku semakin histeris. Aku tak tau, apakah ada orang di luar mendengarkan jeritan kenikmatanku. Semoga tidak.

Nafasku dan nafas Yanto memburu. Yanto terkulai di atas tubuhku. Penisnya mengecil dan terlepas dari liangku.

Tak lama kami sudah normal dan saling menatap, dengan senyum manis. Yanto memakaikan daster ke tubuhku, lalu dia memakai pakaiannya dan membimbingku ke meja makan untuk makan bersama.

“Sil… isteriku. Sejak malam ini, kamu harus memanggilku suamimu,” katanya.

Aku haru tapi aku harus menjawab apa, karean hal itu tidak mungkin.

“Tapi…”:

“Tak ada tapi tapi lagi. Kamu adalah isteriku dan aku adalah suamimu,” suaranya setengah membentak.

Aku diam. Dirangkulnya tubuhku dan dia mencium pipiku dengan lembut dan penuh kasih sayang. Aku meneneteskan air mata. Aku tak mengerti tetasan airmataku, apakah itu tetas air mata penyesalan atau air mata haru. Jelasnya, suamiku Ridwan, Papanya Yanto, tidak pernah memperlakukan aku semesra yang dilakukan oleh Yanto. Aku membalas pelukannya dan menyandarkan kepalaku di dadanya.

Alkohol Membuat Aku Ngentot Dengan Anak Sendiri

Agen Ceme Judi Poker Online Oceqq

“Kamu isteriku ya…” bisiknya ke telkingaku. Aku menganggukkan kepala dengan lemah dan memeluknya kuat.

Yanto punmengecup ubun-ubunku dengan penuh kasih sayang. Kami makan makan bersama. Setelah menonton TV sejenak, Yanto membimbingku ke kamar tidurku. Yanto megunci kamar dan kami tiduran berdampingan. Cerita Dewasa

“Kamu tidak tidur di kamarmu?” t anyaku.

“Bukankah kita sudah suami isteri?” jawabnya

Mungkin karean letih dan hampir setahun aku tak pernah merasakan bersetubuh, aku pun tertidur pulas. Aku terbangun pukul 09.00 Wib. Saat itu aku melihat Yanto masih pulas tertidur. Setelah mandir dan menyiapkan sarapan, aku kembali tidur malas-malas di sisi Yanto. Aku pun mengingat kembali apa yang sudah terjadi tadi malam. Benarkah Yanto sekarang sudah menjadi suamiku? Apa yang terjadi jika aku menolaknya? Apakah Yanto akan kecewa?

Aku menunggunya terbangun. Aku ingin tau apa yang terjadi jika dia sudah terbangun. Saat aku membuka selimut, aku melihat Yanto dalam keadaan bugil. Bukankah tadi malam dia tidur memakai celana dan baju? Lalu kenapa kini dia jadi bugil. Pertanyaanku terjawab, karean ada lendir sperma di sprei. Berarti tadi malam dalam keadaan tidur pulas, aku disetubuhi oleh Yanto.

Aku membangunkan Yanto dengan alasan sudah siang dan harus mandi dan sarapan. Yanto terbangun dan kuminta dai mandi ke kamar mandi. Dengan guyuran air hangat dia membersihkan dirinya. Dari kamar mandi dia hanya melilitkan handuk di tubuhnya. Senyum dan ucapan selamat paginya demikan merdu.

“Selamat pagi Silvia sayang…” sapanya. Dia tetap meanggilku Silvia, bukan mama. Itu pertanda, kalau apa yang diucapkannya tadi malam masih dia ingat.

“Aku memaksakan dirikau untuk tersenyum. Dengan celana pendek tanpa pakaian dalam dan kaos oblong longgar dia membimbingku ke meja makan. Aduh… mesra sekali. Kenapa suamiku tak pernah melakukannya selama ini padaku? Kenapa harus Yanto anak kandungku?

Alkohol Membuat Aku Ngentot Dengan Anak Sendiri


Roti yang sudah dipanggang, aku olesi selai dan aku menuangkan treh susu panas ke dalam gelas dan kami sarapabn bersama. Yanto tersenyum manis kepadaku dan terus melepaskan kata-kata indah.

“Pagi ini, kamu cantik sekali sayang…” pujinya.

Aku jadi kikuk. Yanto menium rambutku yang baru saja aku shampoo.

“Rambutmu wangi sekali Silvia…” bisiknya lagi.

“Yan.. kamu harus hati-hati mengucapkan kata-katamu. Bagaimana kalau ada yang mendengar. Bisa gawat,” kataku.

“Aku akan menempatkan ucapanku, saat mana aku harus mengucapkannya,” ujarnya. Aku diam saja. Aku masih belum mampu menerima ucapannya yang mesra.

“Silvia… vaginamu nikmat sekali. Sebentar lagi aku ingin merasakannya kembali,” ucapnya. Aku diam. Dadaku gemuruh. Apa yang harus kulakukan, aku tak mengarti.

“Kamu belajar bersetubuh dari siapa?” t anyaku.

“Dari pelacur. Aku sudah belasan kali melacur,” jawabnya jujur.

“Kamu tidak takut AIDS?”

“Aku pakai kondom.”

“Kamu tak boleh ke pelacur lagi,” aku setengah membentak.

“Untuk apa aku melacur lagi. Bukankah aku sudah punya isteri yang cantik?”

Yanto memelukku dan menciumiku. Setelah minum teh susu panas, Yanto mengelus-elus dadaku. Leherku dia jilati dan sebelah tangannya mengelus vaginaku dari luar. Aku demikian cepat mengalami libido. Aku mendesah.

“Kamu harus mau menjadi isteriku Silvia,” bisiknya.

“Ya… Aku isterimu,” kataku. Setelah nmengucapkan kata-kata itu , aku jadi amenyesal.

Tapi sudah terlanjur. Biarlah. Dalam hati aku mengatakan dan berteriak kepada Ridwan yang sedang aku gugat cerai. Ke nerakalah kau Ridwan, karena aku sudah mendapatkan penggantimu, anakmu sendiri.

Yanto membopongku ke dalam kamar dan menelentangkan diriku di atas tempat tidur. Satu persatu pakaianku dibukanya sampai aku telanjang bulat. Kemudian dia melepas satu persatu pakaiannya, juga sampai telanjang bulat. Hack Ceme

“Sil.. kamu cantik sekali sayang…” Aku tersenyum.

Alkohol Membuat Aku Ngentot Dengan Anak Sendiri


Yanto tersenyum dan mengelus remabutku. Aku diperlakukan seperti seorang Balita. Aku bahagia sekali. Kenapa selama ini tak seorangpun memperlakukan aku seperti ini. Kenapa selama ini, tak seorang pun memanjakan diriku?

Yanto mulai lagi mempermainkan lidahnya dalam mulutku dan aku membalasnya dengan kelembutan pula. Yanto mulai pula menindih tubuhku dari atas. Aku seperti tak sabar. Cepat kutangkap penisnya dan kutuntun ke dalam liangku yang sudah basah. Begitu semua sudah tenggelam dan aku merasakan ada beberapa senti tidak masuk ke dalam vaginaku, karean panjangnya penis anakku, aku meminta agar aku diizinkan dari atas. Cepat Yanto membalikan tubuh kami. Sepertinya dia demikian gampang membalaikkan tubuh kami berdua, seperti membalikkan martabak saja. Aku mulai aktif dari atas dan mencari-cari kenikmatanku sampai akhirnya aku menemukan kenikmatan itu dan aku orgasme untuk kedua kalinya. Aku lemas menindih tubuh anakku dari atas. Yanto mengelus-elus rambutku. Aku benar-benar dimanjakannya.

Setelah aku kembali normal. Yanto membalikkan tubuh kami kembali dan dia mulai aktif memompa tubuhku dari atas. Sejak saat itu, kami mulai akrab sebagai “Suami-Isteri” rahasia. Berbagai pose kami lakukan. Doggy Style dan sebagainya. Sering pula, akmi melakukannya sembari duduk berdua, dimana aku naik ke tubuh Yanto dengan mengangkanginya.

Kami melakukannya di dapur, di ruang TV, di kamar mandi dimana saja. Ada satu rahasia yang aku perbuat, tanpa setahun Yanto anakku. Saat dia naik gunung bersdama teman-temannya, aku ke rumah sakit dan opname selama tiga hari, untuk menutup peranakanku, agar aku tdak bisa hamil.

Setiap kami betrsetubuh, Yanto selalu membisikiku kata-kata, kalau dia ingin aku melahirkan anaknya. Aku harus merngimbanginya dan mengatakan:” Sayang, aku juga ingin kau hamili. Hamililah aku sayang, agar kita punya anak,” kataku. Bahkan ketika sarapan pagi aku mengatakan kepada Yanto, kalau aku sangat menginginkan memiliki anak dari spermanya. Biasanya Yanto akan tersenyum dan semakitnya menggebu-gebu ingin menyetubuhiku.

Alkohol Membuat Aku Ngentot Dengan Anak Sendiri


Karena tak hamil-hamil, aku mengatakan padanya, mungkin spermanya muda, karena terlalu sering bersetubuh. Bagaimana kalau bersetubuh itu hanya dua kali dalam seminggu, tapi persetubuhan yang berkualitas dengan sperma yang banyak? Yanto setuju. Hingga kami membuat jadwal dua kali seminggu bersetubuh, walau sering juga kami langgar. Terkadang Yanto yang tak mampu menahan gejolak nafsunya, tetapi aku juga tak jarang lebih dahulu meminta untuk disetubuhi.

Jika diluar kami selalu memperlihatkan kami ibu dan anak. Jika bedua, di rumah atau di dalam mobil, kami saling memanggil nama dan saling memanjakan.

Ketika Yanto harus menikah dan tinggal di rumah mungil yang aku berlikan untuknya, dan walau usiaku sudah 53 tahun, kami selalu SMS atau bicara vila HP. Kami selalu melakukannya di rumah atau di hotel. Menurut Yanto, dia menikah hanya membnginginkan anak, bukan menginginkan kenikmatan, karean dia tak pernah merasakan nikmat dengan perempuan mana pun kecuali denganku.
Share:

Monday, February 5, 2018

Kecemburuan Membawa Nikmat

Koboy NapsuKecemburuan Membawa Nikmat - Kebetulan pada waktu itu, aku punya pacar pergi ke sekolah, julukannya Lis. Dia adalah anak ketiga dari delapan bersaudara. Lis tinggal di Singapura dengan adiknya sementara orang tua mereka dan adik-adik menetap di luar Jawa.

Kecemburuan Membawa Nikmat

Kecemburuan Membawa Nikmat

Selama pacaran dengan Lis, saya tidak pernah melakukan seperti apa yang saya lakukan dengan Ms. Ami di Yogya. maksimum saya hanya mencium di pipi atau dahi Lis, dan bahkan kemudian saya lakukan jika ada acara khusus. Seperti biasa, karena sore hari setelah-sekolah Lis kemudian saya pergi ke rumahnya di daerah Bandung Barat. Biasanya setelah aku sampai di rumah aku pergi Lis langsung pulang, tp hari itu aku sengaja pergi dulu ke rumah Lis.

“Kau ingin aku temanin dulu apa tidak?”
“Temanin yach .., besok khan merah tanggal, lagian kakakku lagi diperhatikan,” Lis menjawab dengan ringanya.
“Oke, jadi jika saya masuk ke dalam carport mobilnya menulis, tidak telah diparkir di jalan,” jawab saya sambil membuka pintu gerbang rumahnya.

Setelah memasuki mobil, aku terus ke ruang tamu dan duduk. Lis tidak terlalu panjang ke ruang tamu memegang teh panas bagi saya.

“Saya mengubah pertama, Anda minum dech” Lis berkata kepada saya.
“Ya, aku menunggu di sini lah aja, Anda tidak tinggal gaun panjang berpakaian” kataku.

Tidak terlalu lama, Lis telah kembali dengan mengenakan kemeja dan celana pendek. Dia duduk di sebelah saya, jadi saya melihat ternyata tombol di bagian atas kemejanya terbuka. Ini menimbulkan insentif untuk mencumbunya.

“Lis, adikmu kembali sekitar berapa?” Saya bertanya.
“Yach .. Paling juga 10 jam untuk rumah, mengapa?” Meminta Lis kepada saya.
“Tidak .. Ya berarti masih ada cukup waktu” kataku lagi.
“Benar-benar .. Apa yang kamu lakukan?” Tanya menyelidik Lis Lis Lalu saya tarik tubuh untuk bersandar pada tubuh saya dan saya bertanya,
“Bolehkah aku menciummu?” Tanpa menunggu tanggapan dari Lis, saya sudah mendarat bibirku di bibirnya.

Uch .. Lis menciumku dan dia membuka mulutnya dengan maksud agar lidah bisa mencapai lidahku.

“Lis .. Aku mencintaimu” kataku sambil berhenti untuk ciuman saat di bibirnya.
“Dia .. Eh, aku juga” jawab Lis sambil terus menggigit bibir dan lidah saya

Kecemburuan Membawa Nikmat


Saat berciuman tangan saya dan juga telah mulai membelai punggungnya dan kemudian bergeser ke lengannya dan berhenti di sekitar ketiaknya. tangan Lis semakin ketat memeluk tubuh saya, terlihat lis telah terbawa emosi dan ia juga tampak menikmati ketika saya mulai mencium belakang telinga dan leher.

“Mmmpphh .. Achhh .. Ko, geli” desah Lis sementara dua tangan memegang kepala saya.
“Lis .., cinta ya ..?” Aku bertanya sambil terus mencium tangan saya dan mengelus lengannya.

Mencium leher dan kemudian turun ke bagian bawah lehernya mana kemejanya sudah terbuka satu. Hanya sebentar menciumku di daerah itu, kemudian menciumku geser lagi ke bibirnya. Saat berciuman, saya menggerakkan tangan saya untuk payudara saya dan menggosok di luar dengan kemejanya sesekali aku meremas. Cerita Bokep

“Ko .. Jangan .. Sakit” Lis berbisik sambil mendongak ke atas kepalanya.

Sayapun tangan terus berusaha untuk masuk melalui kancing yang telah terbuka dan langsung menyusup ke dalam cangkir bra.
“Ooch ..” desah Lis, sementara tangannya memegang tangan saya, ntah berarti melarang atau mempertahankan tangan saya untuk terus mengolahnya.

Tapi .., setelah beberapa saat aku meremas payudaranya, tiba-tiba ..

“Plak ..” tangan Lis menampar pipi saya.

Terkejut dengan tamparan bahwa ia, saya pikir begitu lezat di meremas payudaranya sehingga dia menjadi begitu tenyata sebaliknya, dia terkejut uleni payudaranya.

“Kamu .. Ngapain Ko ..” tanya Lis kepada saya.
“Ech .., kenapa Anda tidak ingin” saya bertanya.
“Ya .. Jangan khan” kata Lis.
“Yah .. aku sangat menyesal” kataku kemudian saya duduk mengoreksi saya.

Untuk sementara kami berdua terdiam, mungkin Lis hanya menyesali apa yang terjadi dan saya menyesal karena apa yang saya ingin tdk bertemu saat k0ntol saya sudah mengeras terangsang. Dengan berat hati, akhirnya saya minta izin untuk pulang.

Kecemburuan Membawa Nikmat


“Kamu kesel yach .. Saya tidak ingin” tanya Lis kepada saya.
“Tidak, mengapa, saya tidak peduli untuk memaksa Khok” kataku kemudian.
“Ko .. Aku mencintaimu tp saya belum bisa menerima apa yang Anda lakukan dan jika kita pasti ingin mengulang terus” sebagai Lis penjelasan kepada saya.
“Tidak apa-apa Khok, Anda tidak perlu pikirin lagi dech Lis” jawabku, berdiri untuk pulang.
“Aku pulang ya dan maaf sebelumnya” Saya mengatakan Lis, maka saya mencium keningnya.
“Ya dech hati tidak harus menyeret” kata Lis.

Setelah malam itu, hubungan saya dengan Lis masih berlangsung dan maksimal saya hanya mencium bibirnya sebentar tanpa kegiatan lainnya. Tdk merasa hubungan kami telah mencapai 2 tahun dan kami berdua lulus dari SMA di Bandung. Saya melanjutkan ke salah satu perguruan tinggi terkenal di Yogya dan kuliah Lis di Bandung. Kami hanya berkomunikasi dengan telepon atau surat dan melihat apakah perguruan tinggi adalah pada hari libur dan menantang merasa memiliki lebih dari 1 tahun kami berhubungan jarak jauh.

Sampai suatu malam, setelah dibonceng kuliah saya dengan teman kuliah saya yang bernama Tio lewat kawasan Malioboro dari ?? mencuci mata seperti biasa akan telah penuh sesak dengan perguruan tinggi sepanjang hari dan saya terkejut ketika saya melihat sekelompok yang menarik perhatian saya di mana saya melihat Lis adalah di antara kelompok.

“Tio, kami hanya mengikuti kelompok, saya pikir saya liat Lis Dech” kataku.
“Hah .. Masa sich, Khok Anda tidak bisa tahu apakah dia ke Yogya” kata Tio kejutan berwarna.

Tio tahu jika saya punya pacar di Bandung nama dibedakan Lis.
“Ya nich .. Jangan-jangan saya salah liat, tp kita ikutin aja lah paling kita mengenal mereka nginap di mana” jawabku kemudian.  Cerita Sex

Akhirnya saya dan Tio mengikuti kelompok dan saya yakin bahwa tanah liat saya jika tak tentu Lis salah lagi.

Kecemburuan Membawa Nikmat

Agen Ceme Online Judi Poker Oceqq

Kami mengikuti sampai mereka masuk ke sebuah hotel di samping stasiun.

“Sudah, sampeLis menulis Ko, aja keren .. Khok dia tidak mencintai Anda berita yang sama” Tio mengatakan kepada saya ketika dia melihat saya tidak akan ragu-ragu untuk datang ke hotel atau tak tentu.
“Ayo .. Lah, parkiLis menulis sepeda kita datengin” jawabku dengan Tio.

Setelah memarkir motor, saya dan Tio menandatangani resepsionis rombongan dan meminta entri baru. “Selamat malam Mbak, sekarang ingin bertanya apa kelompok dari University ‘xx’ Bandung” Aku bertanya resepsionis Mbak di.

“Ya, ya Mas, kelompok memiliki dua hari di sini, besok pagi sudah mau check out ke Semarang” jawab Mbak nya itu. “Dapatkah saya meminta untuk dihubungi dengan salah satu kelompok itu disebut Lis?” Aku bertanya si Mbak.
“Coba saya lihat ya Mas, saya mencoba pertama” Mbak resepsionis menjawab sambil mengangkat telepon.

Sakit selama beberapa waktu Lis terlihat menuju meja resepsionis dan saya melihat wajah dia terkejut karena melihat saya. Agen Ceme

“Hi .., Khok tahu aku di sini” kata Lis.
“Ya, tanah liat terakhir lagi jalan-do di Malioboro” Saya berkata kepada Lis.

Setelah memperkenalkan teman saya Tio ke Lis, maka saya bertanya lagi ke Lis.

“Kau tidak mencintai berita Khok jika Anda ingin Yogya” kataku.
“Ya, maaf saya tidak sempet kasih ya tahu, besok juga sudah ingin Semarang, ada 2 malam kemudian kembali lagi ke Bandung.
: Kami adalah studi komparatif “kata Lis.

Ere kemudian, datang setelah seorang teman memperkenalkan Lis yang mengejutkan bernama Rohim. Chromatic melakukan sedikit sok dia bertanya Lis,

“Siapa Lis?”
“Oh, ini teman saya di sekolah tinggi di Bandung, sekarang belajar di Yogya” kata Lis diragukan berwarna.

Kecemburuan Membawa Nikmat


Aku terkejut melihat wajah Lis satu ragu-ragu dan juga mengapa dia bilang temannya Khok tidak pacar atau sesuatu .. ketika saya dengan Lis memiliki hubungan dekat selama 3 tahun. Sehingga percakapan tak berguna awal mengenakan dan akhirnya aku tidak peduli untuk berlama-lama di hotel dan saya mengatakan kepada Lis.

“Ok, kemudian setelah Anda tiba di Bandung saya dan saya akan ke Bandung”. Dengan hati yang kesal dan dengan segala macam pertanyaan yang berkecamuk di kepala saya, saya dan Tio rumah.

Tio tahu perasaan saya tetapi ia mengatakan tidak ada yang sakit akan memunculkan masalah.

“Sudah .. Myspace ke Bandung aja, di jelas” Tio komentar singkat, ringkas, dan jelas.

Beberapa minggu setelah kejadian di Yogya dan liburan kuliah sudah mulai sayapun pergi ke Bandung dengan menggunakan bus malam. Tiba di Bandung, setelah istirahat singkat di rumah, aku menuju ke Lis rumah dengan membawa oleh-oleh. Dengan perasaan hati melakukan sedikit kebingungan, saya membunyikan bel rumahnya dan tidak terlalu panjang Lis membuka gerbang rumahnya. Cerita Dewasa

“Eh .. Ko, bagaimana, kapan tiba?” Tanya Lis.
“Itu awal bus pagi naik malam. Ini dibawain bakpia untuk di rumah” jawab saya, masuk ke rumahnya.
“Bagaimana kesepian, berada di mana saja?” Aku bertanya lagi.
“Ya, lagi untuk Ciwidey ingin melihat Situ” kata Lis.
“Dalam satu menit ya, saya membuat teh untuk Anda” kata Lis sambil berjalan menuju dapur.

Saya kemudian duduk dan seperti biasa di bawah meja kopi, ada beberapa album dan saya mengambil peringkat atas.

Mungkin ada foto baru yang bisa dilihat sambil menunggu. Saya kemudian membuka halaman halaman album dan setelah beberapa halaman saya terkejut karena ada beberapa foto Lis baik dengan Rohim dalam posisi sebagai pasangan muda yang cinta mabuk. Ketika Lis datang dengan teh hangat, aku bertanya tentang foto-foto dan 

Kecemburuan Membawa Nikmat


“Oh .. Itu, ya hanya untuk bersenang-senang foto aja pas waktu baik di Yogyakarta dan Semarang” jawab Lis dengan ekspresi wajah yang tampaknya dibuat setenang mungkin.

Tapi aku bisa menangkap semuanya.

“Tp .. Tidak ada apa-apa Khok” Lis mengatakan kemudian.

marah dgn rasa, saya menutup album.

“Kau akan keluar dengan dia?” Meminta saya untuk Lis.
“Tidak .. yach akhir-akhir ini tidak tahu mengapa aku dekat dengan dia” kata Lis berwarna mulut sedikit ragu-ragu.
“Kamu sich Ko .. Pake kuliah di Yogya, jadi saya tidak ada jawaban nemenin di Bandung” lanjut Lis mencoba memberikan penjelasan.
“Maaf Lis, jadi saya tidak bisa menemani Anda di Bandung” kata saya.

Lalu aku minum teh dan setelah itu saya tarik Lis tubuh untuk lebih dekat dengan saya dan saya segera mencium bibirnya. bibir kamipun saling bertemu dan terus berpartisipasi lidah, merajut. Wach telah ditambahkan .. pengalaman nich Lis, aku berkata kepada diriku sendiri.

“Lis ma .. Aku merindukanmu” kataku.
“Ya .. Aku juga, terus Ko .. Ach ..” menghela napas retort Lis saya.

Saya menjadi sakit hanya mencium bibirnya pindah tp terus mengeksplorasi telinga, leher, dan kembali lagi ke bibirnya. Saya mulai dengan tangan gerilya mulai membuka kancing kemeja yang digunakan, saya membuka satu persatu dan akhirnya terbuka semua yang mengakibatkan saya bisa melihat bra dgn jelas yang menutup dua bukit kembar.

Dengan sedikit ragu-ragu, aku menyentuh bagian atas payudaranya dan sesekali aku mengelus dengan bagian bulat dan pemasangan payudara Lis.

“Ach .. Lezat Ko .. Geli ..” kata Lis, mendesah manja.
“Semoga saya remes?” Saya bertanya ..
“Ya .. Ayo ..” pinta Dgn Lis Lis rasa heran karena pertama akan sakit, jadi saya kemudian diperas dari luar cup bra dan setelah beberapa kali saya memberanikan diri untuk menurunkan tali bra dan tarik ke atas untuk perutnya .

Lihatlah, dua bukit kembar yang masih ranum dengan mulut sedikit menonjol puting.

Kecemburuan Membawa Nikmat


“Lis .. Anda baik,” kataku, menepuk dan meletakkan bibirku mencium dan menghisap putingnya.
“Ko .. Ayo, menghisap puting saya ya” pinta Lis.

Lis tampaknya telah mulai terangsang dan aku lis limbah tdk memintanya. Sambil menghisap putingnya dengan kiri dan kanan bergantian, meremas-remas payudaranya, aku merasakan tangan Lis mulai ke arah k0ntol mulutku sudah tegang. “Ko .. Keras sekali Anda,” kata Lis, membelai k0ntol saya dari luar celana saya.

“Open Lis ..” Saya berkata kepada Lis dan tanpa ragu-ragu Lis membuka ritsleting celana saya dan mengambilnya.

Kemudian Lis mulai meremas-remas k0ntol saya dan kocok.

“Lis .. lezat, terus .. Ach ..” desah mulut saya di mana saya terus mengisap dan mengisap puting kiri dan kanan.

Lis lihat lebih terangsang, aku mengambil tangan saya untuk menyentuh area terlarang. Aku mengusap jari saya sambil menekan Lisgan di bagian kewanitaannya dari luar yang mengenakan celana pendek.

“Tangan Ko .. Khok ada?” Tanya Lis sambil terus mendesah.
“Kenapa kamu tidak mau?” Saya bertanya.

Ternyata Lis mendesah diam bahkan lebih kuat. Melihat situasi, semakin saya berani menurunkan celana pendek Lis yang hanya memakai karet sekaligus dengan celana. Untuk sesaat, Lis menahan laju tangan saya, tapi setelah saya berhasil menurunkan celananya, akhirnya Lis diam dan bahkan mengacungkan dua kaki. Jari-jari tangan saya terus mengolah tanah yang telah tertutup, aku menggosok dan kadang-kadang jari tengah saya ke dalam vagina. Kegiatan ini saya lakukan selama beberapa menit sampai daerah menjadi feminin basah.

“Lis .. Mulai tuch basah” kataku.
“Ya .. Lezat Ko, terus Ko .., ingin ..” kata frikatif Lis Voice.

Kecemburuan Membawa Nikmat


Lalu saya tarik badan Lis yang berbaLisgkan di sofa ruang tamu dan tanpa penolakan Lis sudah berbaLisg. Kegiatan jari saya terus menumbuhkan Lis vagina, sambil terus perlahan-lahan memutar klitoris dan sesekali ke dalam lubang, tangan saya mencoba untuk melonggarkan paha dua Lis untuk membuatnya lebih mudah. Tanpa penolakan, entah karena sudah terangsang, Lis membuka menusuk ke dalam dua paha sehingga aktivitas jari saya lebih mudah di sekitar vagina.

“Lis .. saya masukkan ya” tanya saya .. “Tidak ..
“Saya tidak ingin” kata Lis.

kata Lis jadi sambil terus menggoyangkan pinggulnya sehingga jari-jari tangan saya keluar di dalam lubang. Tangan Lis sendiri kadang-kadang menahan laju tangan saya. Kegiatan mulut saya juga terus sekitar payudaranya karena saya ingin membuat dia benar-benar terangsang dan akhirnya bersedia untuk melakukan hubungan intim. Saya kemudian mencoba untuk berbaLisg bersama Lis sambil terus menumbuhkan vagina dan Lis adalah tangan semakin meremas dan mengocok k0ntol saya yang telah benar-benar keras. Setelah beberapa lamai, jadi saya sudah mengalah lagi dan mulai k0ntol tubuh manaiki Lis sehingga saya bisa lebih dekat dengan Lis vagina.

“Tahan .. Ya ..” Saya mengatakan kepada Lis berwarna memeListah halus.
“Do Ko .. Saya tidak ingin” kata Lis, berusaha menahan k0ntol saya yang berada di depan lubang dan Lis mencoba untuk menutup kakinya tapi tidak bisa karena saya berada di antara dua kaki.

Saya kemudian melanjutkan muka k0ntol saya, setelah kepala k0ntol saya tepat di vagina saya mendorong kepala k0ntolnya bisa masuk.

“Ach ..” Aku mendesah sambil terus mendorong k0ntol aku bisa pergi sepenuhnya.
“Ko .. Jangan .. Aduhh .. Sakit” kata Lis, mencoba untuk mendorong tubuh saya.
“Tahan Lis, sedikit lebih lama membuat semua ..” kataku selanjutnya.

Kecemburuan Membawa Nikmat


0ntol sampai akhirnya saya mendorong semua jalan dan kemudian saya diamkan sebentar untuk beradaptasi Lis vagina dengan k0ntol saya baru-entry. Setelah beberapa saat aku meninggalkannya, saya mencoba untuk maju dan saya k0ntol dukungan.

“Oh .. Lis .. lezat, sempit ..” Aku mendesah sambil terus memompa rongga kewanitaannya.
“Ko Ko .. .. .. sudah, jangan diterusin” kata Lis dengan nada hampir menangis.

Aku hanya terus memompa itu .. Slruup .. Slruup .. suara itu ketika saya k0ntol sebagainya. wajah lis mulai memerah dan matanya mulai menutup seakan menahan sakit di vagina. Namun, ketika saya melihat gerakan yang mulai goyang pinggulnya, aku yakin Lis mulai merasakan sukacita k0ntol saya. birahi tinggi

Lis terus menggoyangkan pinggulnya seirama dengan maju mundurnya k0ntol saya dan setelah beberapa waktu dengan posisi saya di atas, dari k0ntol saya mencicipi ingin menghapus air mani.

“Lis .. Segera saya inginkan” kataku.
“Ko .. Sudah .. Apakah diterusin” Lis memohon dengan air mata yang mulai keluar dan saya tetap acuh tak acuh dan terus memompa.
“Lis .. Saya keluar .. Ach Ach .. ..” Aku mengerang ditangguhkan karena merasa sukacita di mulut vagina hangat.

Saya kemudian mengeluarkan banyak cum di Lis vagina. Sesaat aku diamkan k0ntol saya untuk tetap di dalam Lis vagina. K0ntol sampai aku menyusut, maka saya tarik dan saya melihat air mani saya mengalir keluar dari Lis vagina ditambah dengan bercak merah dan jatuh di sofa di mana kami hanya tindakan hubungan seksual.

“Lis .. Saya telah mengambil perawan Anda” Saya mengatakan Lis.
“Ya .. Ko, Anda Khok bagaimana bisa jadi” Lis menjawab dengan suara yang agak serak.
“Aku tidak akan hamil, khan kita tidak harus melakukan ini” Lis lebih jauh dengan suara agak serak.

Kecemburuan Membawa Nikmat


Lis kemudian berdiri dan berlari ke kamarnya dan ke kamar mandi untuk membersihkan vagina dari semen yang saya habiskan di vagina .. Setelah itu, saya berhasil melakukan hubungan intim dengan lis beberapa kali sampai akhirnya ia memutuskan hubungannya dengan saya dan kemudian menikah Rohim tanpa memberitahu saya sama sekali.

Saat ini, Lis yang tinggal di Jakarta dan sudah memiliki dua anak dari Rohim. Aku tidak bisa kasihan padanya, tapi setelah saya memikirkannya lagi saya menemukan diri saya lebih beruntung karena memiliki diperoleh keperawanan Lis dan saya tidak menyadari bagaimana Lis menjelaskan kepada Rohim selama ‘malam kemajuan pengantin’nya.

Lis, aku minta maaf aku harus membuat Anda berpikir keras untuk menjelaskan status keperawanan Anda untuk Rohim. Untuk Rohim, tidak memaksa Lis untuk menggambarkan siapa saja yang mengambil keperawanan Lis. Dan untuk Anda berdua .. Lis dan Rohim, mudah-mudahan pernikahan Anda langgeng tanpa mempertanyakan hal-hal yang terakhir
Share:
Copyright © Cerita Bokep Terpopuler | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com